SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menegaskan arah kebijakan dan sinergi kuat terhadap pola penanganan sampah kota di skala rumah tangga dengan mengelar Apel sekaligus Pernyataan Komitmen Deklarasi Pilah Sampah dari Sumbernya, di Halaman Balaikota Banjarmasin.
Apel yang dipimpin Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin HR itu diikuti seluruh Kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin serta berbagai lapisan masyarakat, mulai dari RT/RW se-Banjarmasin, Camat, Lurah, pengurus PKK tingkat Kecamatan dan Kelurahan, Kepala SPPG, pelaku Horeka, Agen 3R hingga Kepala Bank Sampah Induk di kota seribu sungai.
Diketahui, fokus utama Pemerintah saat ini adalah mendorong peralihan sistem dari sekadar membuang, mengumpulkan dan menumpuk sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke arah pemilahan dan pengelolaan sampah berbasis sumber dari rumah tangga.
Ada empat poin utama terhadap penanganan sampah yang dilakukan secara kolektif dan penuh rasa tanggung jawab, yakni Melaksanakan Program Indonesia ASRI, Pemilahan Sampah dari sumber, Pembentukan Bank Sampah di tingkat Kecamatan/Kelurahan/Perkantoran dan Sekolah serta Tidak melakukan kegiatan Open Dumping.
Walikota Banjarmasin H M Yamin HR menuturkan, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan demi mewujudkan kota yang bersih, sehat dan layak huni.
“Agar komitmen gerakan penanganan sampah ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremoni belaka. Saya mengajak warga agar menjadikan disiplin membuang dan mengelola sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari demi masa depan generasi mendatang,” katanya.
Dia juga meminta mendorong seluruh jajaran, termasuk diri sendiri untuk kompak mengurangi penggunaan sampah plastik, lalu mengedepankan pemilahan dari sumber, dan mengelola sampahnya langsung dari sumber awal baik kantor, rumah maupun sekolah.
Di saat bersamaan, dukungan ini semakin diperkuat dengan dikukuhkannya puluhan trainer Agen 3R Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung oleh Walikota Banjarmasin, sekalligus penyerahan secara simbolis alat pengelolaan kompos rumah tangga kepada perwakilan trainer dan agen 3R. “Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga dan lingkungan sekitar dengan disiplin dan kebersamaan,” katanya.
Ia mengharapkan, Banjarmasin mampu keluar dari persoalan sampah saat ini. “Insya Allah kita mampu menjadikan lingkungan Banjarmasin yang bersih, sehat dan indah dipandang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Walikota juga mengingatkan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai bisa dilakukan, agar memakai bakul atau tas belanja sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar menuturkan, Pemko Banjarmasin menyatakan komitmen penanganan sampah yang dilakukan secara kolektif dan penuh rasa tanggung jawab.
Ada empat poin utama terhadap penanganan sampah yang dilakukan secara kolektif dan penuh rasa tanggung jawab, yakni Melaksanakan Program Indonesia ASRI, Pemilahan Sampah dari sumber, Pembentukan Bank Sampah di tingkat Kecamatan/Kelurahan/Perkantoran dan Sekolah serta Tidak melakukan kegiatan Open Dumping.
“Empat komitmen yang dipikir bisa melakukan pengurangan sampah dari hulu hingga hilir. Mohon dukungan semua stakeholder dan warga Banjarmasin,” harapnya.
Menurutnya, pemberlakukan pilah sampah dalam waktu cepat, soalnya bila tidak ada dibatasi, sampah yang dibuang ke TPS maka akan susah. “Pembuangan ke TPA Banjarbakula terbatas dan TPAS Basirih masih ditutup. Bila dibuka hanya bisa pengelolaan sampah bukan untuk pembuangan sampah,” katanya.
Ia mengatakan, untuk pengawasannya, pihaknya tengah menggodok 6 Peraturan Walikota (Perwali) dan 1 Perwali penguatan. “Mudah-mudahan dalam waktu segera Perwali sudah ditanda tangani dan mulai dijalankan bersama. Nantinya ditiap Kelurahan itu ada tong drop point, jadi ada 52 Kelurahan bakal ada,” ujarnya.
Selanjutnya, di tiap RT nya ada sekitar 4 hingga 5 tong drop point dan masyarakat diminta secara sukarela untuk membuang sampah organiknya. “Nanti diambil sampahnya untuk dilakukan pengolahan. Tempat pengolah nanti nya disiapkan rumah maggot, selain itu bisa buat eco enzyme, kompos dan lainnya,” jelasnya.
Kalau seandainya masih banyak sampah organik, kata dia, bisa dikerjasamakan dengan pihak opteker melalui peternak ikan dan hewan bahkan di luar daerah bila memerlukan. Sementara untuk sampah anorganik bakal dikerjasamakan dengan bank sampah yang ada di Banjarmasin.
Sekarang sudah ada 121 bank sampah, nanti bakal juga dibentuk setiap sekolah dan kelurahan. Sehingga bisa masyarakat bisa memanfaatkan sampah anorganik sudah terpilah baik low value atau high value.
Dia berharap, dari ini bisa menangani sampah dari hulunya. Sementara di hilir selama ini ketika dikumpul dan diangkut, lalu dibuang.
“Berapa pun kapasitas yang ada, bakal penuh dan menjadi ancaman ke depan. Bila bikin instruksi dan tanpa ada dasarnya mungkin belum kuat. Jadi diperlukan Perwali dan ada dasarnya. “Mohon dukungan semua pihak bisa mengurangi sampah yang ada di Kota Banjarmasin,” tukasnya. (shn/smr)








