SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kontes Ikan Hias Wali Kota Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kualitas ikan terbaik, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan langsung masyarakat.
Kontes ikan hias ini digelar di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, selama dua hari dari 30-31 Mei 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Banjarmasin itu sukses menarik perhatian pengunjung, pelaku usaha, hingga komunitas pecinta ikan hias dari berbagai daerah.
“Ada berbagai kategori lomba, mulai dari 250 peserta ikan cupang, 30 peserta ikan mas koki, hingga 20 ikan channa,” jelasnya.
Di saat yang sama, ada bazar UMKM, pameran aquascape dan produk perikanan turut menjadi magnet yang menghidupkan kawasan tersebut.
Kehadiran masyarakat yang memanfaatkan akhir pekan menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pemasaran.
Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menuturkan, kegiatan tersebut sengaja dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana mempertemukan komunitas, pelaku usaha dan masyarakat dalam satu ruang yang produktif.
Dikatakannya, potensi ekonomi dari sektor hobi dan perikanan perlu terus didorong, agar mampu berkembang menjadi industri kreatif yang memberikan manfaat lebih luas.
“Tujuan kegiatan seperti ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, karena kawasan ini menjadi ramai,” ungkapnya.
Walikota Yamin melanjutkan, ini juga menjadi wadah untuk mengumpulkan komunitas pecinta ikan hias, agar bisa saling mengenal, berkolaborasi dan bersama-sama melestarikan hobi yang bernilai ekonomi.
Momentum peringatan ke-500 Banjarmasin menjadi latar penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Sebagai kota yang tumbuh dan berkembang bersama budaya sungai, sektor perairan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber edukasi, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui kontes ikan hias, Pemerintah ingin menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya perairan tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru bagi warga.
“Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar berbagai jenis komunitas ikan hias dapat berkembang bersama,” bebernya.
Ia berharap, ke depan lebih banyak lagi kategori ikan yang diperlombakan sehingga semakin banyak penghobi yang dapat berpartisipasi.
Mudah-mudahan, lanjut dia, ke depan jenis ikan yang diperlombakan semakin banyak, karena penggemarnya juga terus bertambah.
“Kita ingin merangkul seluruh komunitas agar mereka memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan hobinya secara positif,” sebutnya.
Hal senada disampaikan, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar yang menilai kolaborasi menjadi kunci utama suksesnya kegiatan seperti ini.
“Di tengah keterbatasan anggaran, selalu Pak Walikota menekankan soal kolaborasi, bagaimana Taman Satwa dan Edukasi yang dulu terbengkalai kini dengan semangat kolaborasi perlahan bisa di sulap kembali menjadi ruang publik yang ramah dan inklusif. Salah satunya hari ini kita hadirkan kontes ikan hias,” katanya.
Namun tanpa sokongan penuh dari sponsorship, perbankan, komunitas pencinta ikan hias, serta antusiasme peserta, perhelatan ini mustahil terwujud.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari kolaborasi, ruang representatif seperti Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, kini bukan lagi menjadi urusan atau tanggung jawab satu-dua dinas semata. Namun, milik seluruh lapisan masyarakat termasuk wadah kerja sama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menggelar kegiatan.
“Terbukti tidak hanya kontes ikan hias selama 2 hari kegiatan, mulai dari edukasi dan penyuluhan budidaya dan potensi ekonomi ikan hias oleh DKP3, lalu nanti sore ada edukasi manajemen pemilahan sampah mandiri dan pembuatan komposter sederhana dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta besok dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) akan menggelar pameran kecil-kecilan terkait perlindungan konsumen melalui pelayanan tera dan tera ulang alat ukur,” jelasnya.
Menurut dia, ini yang dinamakan kolaborasi dan diharapkan dinas lain juga bisa berkomunikasi dengan DKP3 untuk melakukan hal serupa kedepannya.
Selain menghadirkan kontes ikan hias, pengunjung juga disuguhkan berbagai atraksi edukatif di kawasan Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh.
Ia menyampaikan, bahkan sejumlah satwa peliharaan seperti kakatua, macaw dan kuda turut diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari edukasi tentang pentingnya menjaga dan merawat satwa dengan baik.
“Pemerintah Kota Banjarmasin berharap, kontes ikan hias tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan berkembang menjadi salah satu ikon wisata dan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat potensi Kota Seribu Sungai menuju usia emas 500 tahun,”pungkasnya.
Salah seorang siswa Hadijah yang berkunjung merasa senang dan menilai bagus ada kegiatan seperti ini di Taman Edukasi Satwa ini.
“Dilihat ikannya bagus dan pameran aqua scape juga. Tadi ada ikan mas koki, cupang dan channa,” tukasnya. (shn/smr)









