SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Musim kemarau dengan kondisi suhu udara lebih panas dan lingkungan yang kering, sehingga warga diimbau perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Apalagi, ISPA secara konsisten masuk dalam daftar 10 besar penyakit terbanyak yang dilaporkan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjarmasin dr Dwi Atmi Susilaastuti menuturkan, ISPA ini patut diwaspadai, karena merupakan salah satu penyakit yang hampir setiap tahun mendominasi laporan kasus.
Kondisi musim kemarau dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memicu meningkatnya gangguan saluran pernapasan akibat paparan debu dan kualitas udara yang menurun. Gejalanya batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sesak atau sulit bernapas, sakit kepala, lemas atau lelah, nafsu makan menurun dan mual atau muntah.
“Penyakit ISPA dari tahun ke tahun memang selalu masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak yang terlaporkan di bidang kesehatan,” ungkap Atmi
Ia mengungkapkan, perbandingan sepanjang 2025, kasus ISPA mencapai 28.626. Sedangkan di 2026 ini, pada data Dinkes Banjarmasin hingga akhir Mei 2026, kasus ISPA mencapai 9.657.
Adapun yang rentan terserang penyakit ini yakni lanjut usia (Lansia) dan dibawah lima tahun (balita). “Namun di usia berapa saja hendaknya menjaga imun mengingat udara kering kemarau yang rentan penyakit ISPA,” ingatnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makan bergizi seimbang, olahraga secara teratur, mengurangi paparan debu dan asap, serta mencukupi kebutuhan cairan.
Ia menjelaskan, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) apabila mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas.
“Kalau keluar rumah harus pake masker untuk melindungi dari debu, karena kering atau asap, selalu menyiapkan air putih agar tidak terjadi dehidrasi, “tukasnya. (shn/smr)








