Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
Home Pemerintahan

Dirjen Cipta Karya Kementerian PU RI Sebut Kondisi Sampah di Banjarmasin Memprihatinkan

Kamis, 17 Apr 2025 | 17:58 WITA
Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Kementerian PU Dr Dewi Chomistriana saat memantau TPAS Basirih. (foto : shn/seputaran)

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Kementerian PU Dr Dewi Chomistriana saat memantau TPAS Basirih. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (PU RI) Dr Dewi Chomistriana melakukan kunjungan kerja ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (16/4/2025).

Kunjungan kerjanya di Banjarmasin, Dirjen Cipta Karya meninjau langsung fasilitas pengelolaan sampah yang ada di Kota Seribu Sungai.

Adapun fokus utama kunjungan di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih dan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Dishub Banjarmasin Legalkan 79 Titik Parkir

Dishub Banjarmasin Legalkan 79 Titik Parkir

Rabu, 4 Feb 2026 | 20:10
Pemakaian Baju Batik Korpri, Pemko Banjarmasin Mengacu Permendagri dan Perwali

Pemakaian Baju Batik Korpri, Pemko Banjarmasin Mengacu Permendagri dan Perwali

Senin, 2 Feb 2026 | 21:52
Program MBG Menyasar 3B, Baru 2.411 Jiwa Terinventarisir

Program MBG Menyasar 3B, Baru 2.411 Jiwa Terinventarisir

Senin, 2 Feb 2026 | 21:40
BPKPAD Banjarmasin Inventarisir Aset Daerah Tak Terpakai

BPKPAD Banjarmasin Inventarisir Aset Daerah Tak Terpakai

Senin, 2 Feb 2026 | 21:37

“Kunjungan ini menunjukkan perhatian Kementerian PU RI terhadap pengelolaan sampah dan sanitasi di daerah khususnya di Banjarmasin,” ucap Dewi Chomistriana, usai kunjungan ke TPAS Basirih dan TPS3R Tanjung Pagar.

Menurutnya, kondisi sampah di Banjarmasin sudah memprihatinkan, dan sudah melihat tumpukan sampah di TPAS Basirih.

“Memang sudah tidak terkelola dengan seharusnya sanitary landfill bukan open dumping,” ungkapnya Dewi.

Di samping itu, tak menampik jika produksi air lindi di TPAS Basirih cukup banyak. Padahal, pengolahan air lindi itu sudah harus dilakukan sejak lama.

“Mungkin baru sekarang ini kan diolah, harusnya dari dulu sudah diolah untuk memenuhi standar baku mutu untuk bisa dibuang ke badan air,” terangnya.

Dengan kondisi darurat sampah di Banjarmasin ini, ia meminta memang harus segera ditangani seluruh pihak.

“Saya kira tidak bisa ditangani Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saja, namun perlu kolaborasi semua stakeholder dan kontribusi masyarakat.Dikira masyarakat memiliki peran yang besar sekali,” ujarnya.

Ia menginginkan, masyarakat memilah dari Rumah, karena akan mengurangi timbunan sampah yang diolah di TPAS. Apalagi sudah ada contoh di beberapa Kabupaten/Kota lain yang sudah memilah dari rumah.

“Bahkan sampai setengahnya timbunan sampah kota dapat dikurangi dan setengahnya di olah ke TPAS..Jadi upaya-upaya harus dilakukan oleh masyarakat, kemudian tentunya Pemko tidak tinggal diam yang pastinya melakukan berbagai upaya,” pintanya.

Ia menyatakan, Kementerian PU RI sebagai pembina dari sisi keteknisan juga akan berupaya berkontribusi sebesar-besarnya, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Telah membentuk satu tim untuk mengukur indeks resiko, karena kalau menutup operasional dari satu TPAS itu harus diukur indeks resikonya,” bebernya.

Dijelaskannya, indeks resiko itu diukur untuk mengetahui seberapa parah pencemaran yang sudah terjadi di TPAS.

“Sehingga itu nanti menjadi dasar untuk melakukan tindakan selanjutnya harus seperti apa. Karena TPAS tidak beroperasi lagi, ada penanganannya sendiri, tak bisa didiamkan begitu saja.

Ia menilai, sampah yang sudah begitu banyak, itu cukup menghasilkan gas dan air lindi. “Diharapkan, kunjungan ini dapat menjadi momentum untuk peningkatan infrastruktur dan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Banjarmasin,” katanya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin H M Yamin HR menyambut hangat kunjungan kerja dari jajaran Dirjen Cipta Karya Kementrian PU RI di Kota Seribu Sungai.

Ia menghendaki, dengan kehadiran Dirjen Cipta Karya, menjadi komitmen kuat pihaknya dalam menuntaskan persoalan sampah dengan konsep menata ulang sistem infrastruktur dan pengelolaan sampah yang ada di TPAS Basirih.

“Dari kemarin sampai hari ini, langkah kita untuk membenahi sanitasi juga infrastruktur sampah, terutama yang ada di TPA mulai terlihat. Saya berharap, dengan kedatangan Direktur Sanitasi dan Dirjen Cipta Karya Kementrian PU RI untuk melihat langsung gambaran situasi di Lapangan, dapat membantu dan mengarahkan pihaknya dalam menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah,” kata Yamin.

Ia juga mengharapkan, dari pertemuan ini bisa didapatkan solusi terbaik dalam hal pengelolaan sampah.

“Kita semua tidak akan berhenti dan tak akan menyerah sebelum permasalahan sampah yang ada di Banjarmasin ini bisa diselesaikan,” katanya.

Bahkan, Yamin menyatakan, Sistem Sanitary Landfill sebagai metode pengelolaan sampah yang modern, efektif dan sesuai regulasi harus menjadi pedoman yang dipatuhi dan dilaksanakan.

“Lahan yang masih tersisa dan bisa dimanfaatkan di TPAS ini juga jadi catatan kita agar harus dikelola dengan benar.!Jangan jadi tempat pembuangan asal lagi,” tukasnya. (shn/smr)

Tags: banjarmasinDarurat SampahKementerian PUPemerintahanTPAS Basirih

Baca Juga

70 Persen PPPK Pemko Banjarmasin Malas Kerja

70 Persen PPPK Pemko Banjarmasin Malas Kerja

Jumat, 6 Feb 2026 | 14:52
Inspektorat Banjarmasin : Empat ASN Terbukti Bermasalah, Dua Dipecat

Inspektorat Banjarmasin Kawal Proyek Pengerjaan Fisik

Jumat, 6 Feb 2026 | 13:01
Pilih di Bali, Launching CoE Banjarmasin 2026 Telan Anggaran APBD Rp 200 Juta

Pilih di Bali, Launching CoE Banjarmasin 2026 Telan Anggaran APBD Rp 200 Juta

Jumat, 6 Feb 2026 | 12:43
Pidato di Rakornas, Presiden Prabowo Sentil Baliho dan Kabel Semerawut di Banjarmasin 

Pidato di Rakornas, Presiden Prabowo Sentil Baliho dan Kabel Semerawut di Banjarmasin 

Jumat, 6 Feb 2026 | 12:32
Next Post
Pemkab Tapin Raih Dua Penghargaan dari Kemenpan RB

Pemkab Tapin Raih Dua Penghargaan dari Kemenpan RB

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist