SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali memperpanjang masa Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 selama tujuh hari kedepan.
Keputusan ini diambil saat operasi memasuki hari ke-14, Sabtu (26/9/2026). Dan masih ada puluhan korban yang dilaporkan belum ditemukan.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menuturkan, perpanjangan masa pencarian ini bertujuan untuk memaksimalkan evakuasi korban yang belum ditemukan. Meski demikian, jalannya operasi akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala.
“Terkait pelaksanaan operasi yang sudah memasuki hari ke-14. Dan ini merupakan perpanjangan hari pertama, kami putuskan akan kami perpanjang lagi sampai dengan 7 hari ke depan. Namun, pelaksanaan operasi ini akan terus kita evaluasi setiap 3 hari sekali,” ungkap Yudhi Bramantyo, pada keterangan resminya di Pelabuhan Trisakti, Sabtu (26/9/2026) malam.
Perpanjangan operasi dilakukan, karena masih terdapat puluhan korban yang belum ditemukan.
Tim SAR gabungan akan memaksimalkan pencarian, baik melalui penyelaman di sekitar bangkai kapal, maupun pemantauan wilayah perairan dan pesisir yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban.
“Saat ini kita terus melakukan penguatan dalam proses pencarian dari KM Virgo Tramsport 8,” ungkapnya.
Dikatakannya, saat ini ada 35 penyelam, dari angkatan laut sudah ada stand by juga sebanyak 19 penyelam dan ada tambahan dari KN Purwerejo sebanyak 8 penyelam.
“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan juga akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan operasi, termasuk menentukan sektor pencarian dan strategi penyelamatan yang dinilai paling efektif,” jelasnya.
Dalam pencarian hari ke-14, tim penyelam melakukan empat sortie penyelaman hingga pukul 16.30 WIB.
“Dari kegiatan empat sortie, Alhamdulillah kita bisa mengevakuasi empat korban,” sebutnya.
Tak hanya dari lokasi kapal, penemuan korban juga terjadi di sejumlah wilayah perairan dan pesisir Kalimantan Tengah. Kantor SAR Palangkaraya melaporkan tujuh jenazah tambahan yang ditemukan di beberapa lokasi.
Rinciannya, empat jenazah ditemukan di perairan Kabupaten Sukamara, kemudian dua jenazah ditemukan di Kabupaten Seruyan, dan satu jenazah lainnya ditemukan di Sungai Cabang, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
“7 korban tersebut nantinya akan digeser ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI,” ucapnya.
Dengan tambahan temuan tersebut, total korban yang telah berhasil dievakuasi hingga hari ke-14 mencapai 172 orang dari total 243 orang yang tercatat dalam Person on Board (POB).
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sementara 64 orang meninggal dunia. Sedangkan 71 orang lainnya masih dalam pencarian,” tukasnya. (shn/smr)








