SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Ada 17 titik lagi yang menjadi target penertiban reklame dan baliho oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin di 2026 ini.
Penertiban ini lanjutan dari giat sebelumnya di 2025 yang telah dilakukan pembongkaran.
Kepala Satuang Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Banjarmasin Ahmad Muzaiyin menuturkan, sudah ada tiga kalau reklame sudah dibongkar sendiri. Pertama yang berada di samping Hotel Grand Mentari, kedua depan Cafe Nordu dan ketiga di dekat Bundaran Kayu Tangi.
Lalu reklame bando yang berada di Jalan Sutoyo S. Sementara dua reklame billboard yang berada di median jalan depan Gedung Wanita dan di depan Mesjid Hasanuddin Madjedi.
“Dan Walikota kembali memberi intruksi penertiban reklame tetap berjalan dan ada beberapa titik yang belum ditertibkan,” ungkapnya.
Reklame atau baliho yang hendak ditertibkan ini dinilai telah melanggar aturan, berdasarkan pengecekan langsung yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.
“Adapun 17 titik tersebut, kebanyakan berada di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan protokol,” bebernya.
Muzaiyin menyatakan, penertiban reklame dan baliho ini akan lebih difokuskan pada 2026 ini. “Sebab pada 2025 lalu, fokus L terpusat pada penanganan sampah yang menjadi urgensi saat itu,” jelasnya.
Mengingat di 2025 itu, TPAS Basirih ditutup hingga berdampak pada masyarakat yang mulai membuang sampah sembarangan karena kondisi tersebut.
“Saat itu kita terfokus penanganan sampah, untuk sekarang akan fokus pada penertiban seperti reklame, pedagang berjualan di bahu jalan dan sebagainya,” tukasnya. (shn/smr)








