SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Sosialisasi Lomba Desain Motif Sasirangan 2026 menyambut Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, digelar di Rumah Kemasan Banjarmasin, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang melibatkan pelaku IKM sasirangan ini, sebagai upaya mengangkat marwah kain Sasirangan, agar lebih dikenal bahkan bisa masuk ekspor produk lokal.
Dalam sambutannya, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menekankan, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai mengaitkan penguatan ekonomi kreatif dengan pembenahan lingkungan.
Ia juga secara terbuka menyoroti peluang yang selama ini belum dimaksimalkan. “Selama ini urusan kepabeanan kita lebih banyak bergantung dari luar daerah. Padahal, kalau ini di kelola sendiri, dampaknya bisa langsung ke peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Sebagai kota perdagangan dan jasa tanpa sumber daya alam, Banjarmasin dituntut mengandalkan kreativitas dan inovasi agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan. “Terima kasih kepada pengrajin dan desainer yang telah membawa Sasirangan, dengan motif tren dan semakin modern. Bagaimana lagi nanti bisa Banjarmasin menembus level yang lebih tinggi yakni Internasional, atau bisa tembus pasar nasional hingga global” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani menyatakan, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan strategi membangun identitas daerah. Motif yang terpilih akan digunakan oleh kepala daerah hingga ASN. “Ini bentuk nyata bahwa karya lokal menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.
Dengan sekitar 50 peserta kategori reguler dan 15 peserta kategori terbaik, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin ini optimis, kualitas desain Sasirangan akan semakin meningkat dan mampu menembus pasar nasional hingga global.
“15 peserta kategori terbaik terpilih bakal menjadi baju Harjad Banjarmasin. Bila pemenang kategori reguler bakal dipakai oleh para ASN dan Staf serta lainnya,” jelasnya.
Dengan melihat kondisi tersebut, peluang besar terbuka, tentu dukungan pemerintah serta kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat identitas budaya, dan membantu akses ekspor pasar global bagi pelaku IKM. “Diharapkan selain ke Nasional bahkan ke Internasional. Tentu dapat bisa ekspor sasirangan dengan kualitas yang lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya.
Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin Noosyahdi menambahkan, memandang ajang ini sebagai momentum strategis untuk mendorong sasirangan naik kelas. Lomba tahun ini tidak hanya diikuti pemula, tetapi juga mempertemukan para senior di bidangnya termasuk para pemenang lomba satu dekade terakhir dalam kategori “best of the best”.
“Kita ingin melahirkan motif yang benar-benar merepresentasikan 500 tahun Kota Banjarmasin dan bisa diterima pasar luas, bahkan sampai ekspor. Tentu dampaknya para pelaku IKM semakin semangat dan dapat meningkatkan supaya dapat berkembang bahkan naik kelas, supaya dikenal dan tidak kalah dengan produk IKM lainnya,” tuturnya.
Ia mengatakan, lewat pelaksanaan lomba ini, pemerintah ingin agar motif Sasirangan tidak dipandang sekadar instrumen kompetisi, tetapi simbol arah baru Banjarmasin yaitu kota yang bertumpu pada kreativitas, kolaborasi dan kesadaran lingkungan. “Dan pada April ini dan Mei akhir nanti sudah mendapatkan juara pada kategori terbaik dan reguler,” tandasnya. (shn/smr)









