SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin upayakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp2,3 miliar dari Pemerintah Pusat, agar tak hangus.
Anggaran tersebut tetap dalam proyeksi awal, yakni menangani pekerjaan fisik berupa pembangunan sanitasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.
Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Chandra Iriandi Wijaya menuturkan, pekerjaan fisik akan dimulai dalam Juni 2026 ini.
Sebanyak 200 toilet bertangki septik atau septic tank, skala individual akan dibangun. Sebarannya mencakup empat Kelurahan yakni Kuin Utara, Basirih, Murung Raya dan Mantuil.
“Jadi untuk proyek toilet tangki septik tersebar di empat Kelurahan tersebut,” ungkap Chandra, Senin (22/6/2026).
Proyek sanitasi ini, akan menyasar warga yang selama ini masih menggunakan jamban. Selain itu, termasuk hunian yang tidak memiliki sanitasi layak sesuai standar pemerintah.
Ia menjelaskan, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bertindak sebagai pelaksana pekerjaan. Skema yang diterapkan adalah swakelola untuk mengawasi pelaksanaan.
“Saat ini sudah kontrak dengan KSM, Targetnya selesai November 2026 ini,” ungkapnya.
Chandra mengatakan, dari DAK Rp2,3 miliar yang tersedia, target serapannya yakni 100 persen atau seluruhnya ingin dipergunakan maksimal untuk program prioritas nasional tersebut.
Sebelumnya, proyek sanitasi dengan DAK ini terancam hangus, jika hingga 22 Juli 2026 belum menunjukkan kepastian proyek pengerjaan.
“Prosesnya sempat terkendala karena regulasi pusat mewajibkan keterlibatan KSM dalam proyek,” tukasnya. (shn/smr)









