SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Persoalan infrastruktur menjadi aspirasi warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang III DPRD Banjarmasin yang digelar Anggota DPRD Banjarmasin dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Timur, Husaini, di Jalan Srikandi Ujung, RT 10, Kelurahan Kebun Bunga, Jumat (23/10/2026).
Dalam reses tersebut, ada beberapa warga menyampaikan berbagai usulan dan keluhan, terutama terkait peningkatan infrastruktur lingkungan.
Permasalahan yang disoroti meliputi kondisi Jalan dan Jembatan, saluran drainase tersumbat yang dinilai menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir saat musim hujan.
Anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi Partai Gerindra Husaini menyampaikan, persoalan yang disampaikan warga tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga mencakup kebutuhan fasilitas umum dan bantuan sosial.
Ia mengatakan, sejumlah usulan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar dapat dipetakan sesuai kewenangan dan mekanisme penganggaran.
“Tadi ada banyak aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari infrastruktur, hydrant, lampu penerangan, hingga persoalan bantuan sosial,” ungkapnya.
Husaini menyebut, untuk pekerjaan yang membutuhkan anggaran, akan dikoordinasikan dengan dinas terkait, agar usulannya bisa diperjuangkan melalui APBD, baik pada anggaran perubahan maupun tahun berikutnya, sesuai proses dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau pelayanan pemeliharaan atau perbaikan bisa berkoordinasi dengan UPT yang akan mendatangkan pasukan turbo,” pungkasnya.
Salah seorang warga Gandaria RT 11, Abdul Qadir Jailani mengusulkan pembangunan gorong-gorong untuk memperlancar aliran air di wilayahnya.
Persoalan tersebut perlu segera ditangani, karena sejumlah RT di sekitarnya kerap terdampak banjir ketika curah hujan meningkat.
“Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pembangunan Jembatan yang tidak dilengkapi gorong-gorong sehingga aliran air menjadi terhambat,” ucapnya Abdul.
Dampaknya tidak hanya dirasakan warga RT 11, tetapi juga masyarakat di RT 10, RT 4, RT 12 dan sejumlah wilayah lainnya.
Usulan pembangunan gorong-gorong ini sebenarnya sudah dua kali dimasukkan melalui Musrenbang, tetapi sampai sekarang belum terealisasi.
“Kami berharap pemerintah segera membangunnya agar aliran air lancar dan wilayah kami tidak terus-menerus menjadi langganan banjir saat musim hujan,” tukasnya. (shn/smr)









