SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin mulai mendorong digitalisasi pembayaran parkir melalui uji coba sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Ada 75 titik parkir yang dipungut pajaknya,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pendataan dan Penetapan Pajak Daerah, BPKPAD Banjarmasin Nanda Dharmawan.
Ia menyampaikan, dari 75 titik parkir itu memang belum maksimal, karena masih uji coba saat ini. Untuk memaksimalkan hal tersebut, langkah dilakukan BPKPAD Banjarmasin menyelenggarakan QRIS Championship 2026 dari September hingga November 2026 lalu.
Ajang yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Kalsel tersebut telah dilakukan pencabutan undian pemenangnya yang terdiri dari empat kategori untuk September 2026 lalu.
Diantaranya juru parkir menggunakan QRIS dalam pembayaran dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang paling banyak menggunakan QRIS saat transaksi.
“Adanya stimulus ini, dapat mendorong transaksi QRIS,” tutur Nanda, saat ditemui di Kantor BPKPAD, Rabu (21/10/2026).
Untuk itu, ia optimis, ke depan transaksi non tunai menggunakan QRIS ini akan semakin banyak lagi di Kota Seribu Sungai, terutama di sektor parkir.
“Target kita ke depan dari bulan ke bulan meningkat. Supaya pungutan pajak parkir di Banjarmasin bisa lebih transparan dan menghindari kebocoran hingga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” terangnya.
Ia tak menampik, terkhusus juru parkir di Banjarmasin, masih banyak tidak menggunakan QRIS, karena masih Gagap Teknologi (Gaptek) dan enggan beralih ke transaksi non tunai.
“Padahal pakai QRIS itu jauh lebih mudah dan praktis. Tapi kita tak pungkiri masih banyak juru parkir belum beralih ke pembayaran QRIS, karena memang ada masyarakat yang juga tidak paham dan tetap ingin bayar cash juga,” jelasnya.
Untuk itu, uji coba 75 titik objek pajak parkir tadi masih belum berjalan maksimal hingga pergeseran digitalisasi dalam transaksi tersebut dilakukan bertahap.
“Kita lihat 75 titik parkir yang masih kita uji cobakan ini. Kalau hasilnya sudah bagus, baru menyasar titik lain dengan bertahap,” tukasnya. (shn/smr)








