SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Program pengerjaan fisik yang tidak selesai dan tidak dikerjakan di 2025 menjadi salah satu penyebab besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) 2025 hingga mencapai Rp350 miliar.
Contohnya pengerjaan drainase yang belum selesai di sejumlah titik, membuat resah warga, sebab aktivitas terganggu akibat proyek yang belum juga selesai.
Menyikapi hal itu, Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menuturkan, akan mengawal kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seluruh SKPD agar terlaksana tepat waktu.
Dia menekankan di 2026 ini tidak ada lagi pengerjaan proyek seperti pengerukan sungai, drainase dan lainnya itu dilaksanakan di akhir tahun dan di musim hujan. “Ini sangat salah,” ujarnya.
Terlebih, Silpa APBD 2025 terbilang masih besar yakni Rp350 miliar, yang harusnya bisa dioptimalkan untuk proyek fisik.
“Pengerjaan proyek seharusnya dikerjakan saat musim kemarau. Ketika musim hujan bisa dilakukan pendataan,” sebutnya.
Ia menyadari, semua itu tidak mudah, dan perlu direncanakan dan disiapkan dengan baik. “Tahun Anggaran 2026, kita akan lakukan evaluasi secara ketat ke setiap SKPD yang tidak bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya sebuah kegiatan atau proyek,” bebernya.
Seharusnya anggaran yang bersumber dari uang pajak dan retribusi dari rakyat, sudah sepatutnya dikerjakan maksimal kembali untuk rakyat.
“Akan mengevaluasi, apabila SKPD melanggar dan kurang volume yang dilaksanakan dengan asal-asalan atau tidak sebaik-baiknya, kami tidak segan-segan untuk melakukan penindakan,” jelasnya.
Yamin mengakui, pasti kendala dialami lantaran ada aturan berubah, tapi semua itu bisa diselesaikan saling berkoordinasi. “Jadi diharap tidak ada lagi pekerjaan lagi molor,” harapnya.
Ia menghendaki, awal tahun ini sudah mulai tayang dan segera lelang dan kontrak, lalu pengerjaan dilakukan. “Semoga seluruh SKPD bisa menata dan merencanakan dengan akurat,” tukasnya. (shn/smr)









