Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
Home Pendidikan

Keterbatasan Lahan, Sekolah Rakyat di Banjarmasin Belum Terealisasi

Senin, 19 Jan 2026 | 20:38 WITA
Kepala Dinsos Banjarmasin Nuryadi. (foto : shn/seputaran)

Kepala Dinsos Banjarmasin Nuryadi. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin telah mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan berlokasi di Jalan Gubernur Soebarjo, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan, berdekatan dengan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Banjarmasin.

Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena terkendala penyediaan lahan. Kepala Dinsos Banjarmasin Nuryadi menuturkan, rencana pembangunan Sekolah Rakyat tersebut belum bisa dilaksanakan setelah dilakukan verifikasi Lapangan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Setelah dilakukan verifikasi bersama Kementerian PU, rencana pembangunan Sekolah Rakyat belum bisa dilaksanakan karena ada beberapa pertimbangan. “Salah satunya ketersediaan lahan yang belum memenuhi syarat,” ungkapnya.

Pemakaian Baju Batik Korpri, Pemko Banjarmasin Mengacu Permendagri dan Perwali

Pemakaian Baju Batik Korpri, Pemko Banjarmasin Mengacu Permendagri dan Perwali

Senin, 2 Feb 2026 | 21:52
Pihak Pengelola Setuju Tongkang di Siring Depan Balai Kota Dipindah

Pihak Pengelola Setuju Tongkang di Siring Depan Balai Kota Dipindah

Senin, 2 Feb 2026 | 21:44
Program MBG Menyasar 3B, Baru 2.411 Jiwa Terinventarisir

Program MBG Menyasar 3B, Baru 2.411 Jiwa Terinventarisir

Senin, 2 Feb 2026 | 21:40
BPKPAD Banjarmasin Inventarisir Aset Daerah Tak Terpakai

BPKPAD Banjarmasin Inventarisir Aset Daerah Tak Terpakai

Senin, 2 Feb 2026 | 21:37

Berdasarkan hasil pemantauan pada 2025 lalu, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat minimal seluas 5 hektare. Sementara, lahan milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin yang tersedia di lokasi rencana pembangunan hanya sekitar 4 hektare.

“Kebutuhan lahannya sekitar lima hektare, sedangkan yang tersedia saat ini hanya empat hektare. Itu menjadi kendala utama,” bebernya Nuryadi.

Pihaknya telah melakukan pendekatan kepada warga yang memiliki lahan di sekitar lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat untuk memenuhi kekurangan lahan tersebut. Namun hingga kini, proses pendekatan dan komunikasi dengan pemilik lahan masih berlangsung.

Pada 2026 ini, Dinsos Banjarmasin akan terlebih dahulu memasukkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat ke dalam Sistem Informasi Manajemen dan Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPPD). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses perencanaan yang terintegrasi dan transparan.

“Pengusulan melalui SIMPPD penting agar perencanaan pembangunan lebih efisien, akurat dan transparan, mulai dari penyusunan RPJPD, RPJMD, hingga RKPD,” tuturnya.

Nuryadi menyebut, meski pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarmasin belum terealisasi, Dinsos tetap berupaya membantu anak-anak putus sekolah melalui program yang telah tersedia.

Pada 2025 lalu, Dinsos Banjarmasin telah mengikutsertakan sekitar 43 anak putus sekolah jenjang SMP dan SMA yang terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengikuti pembelajaran Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru.

“Ini sebagai upaya agar anak-anak yang putus sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan,” tukasnya. (shn/smr)

Tags: Belum TerealisasiDinsos BanjarmasinPemko BanjarmasinPendidikanSekolah Rakyat

Baca Juga

70 Persen PPPK Pemko Banjarmasin Malas Kerja

70 Persen PPPK Pemko Banjarmasin Malas Kerja

Jumat, 6 Feb 2026 | 14:52
Inspektorat Banjarmasin : Empat ASN Terbukti Bermasalah, Dua Dipecat

Inspektorat Banjarmasin Kawal Proyek Pengerjaan Fisik

Jumat, 6 Feb 2026 | 13:01
Disdik Banjarmasin Bakal Perbaiki 10 Sekolah di 2026

Tenaga Pendidik Ketahuan Bolos, Disdik Ancam Tindakan Tegas

Jumat, 6 Feb 2026 | 12:54
Pilih di Bali, Launching CoE Banjarmasin 2026 Telan Anggaran APBD Rp 200 Juta

Pilih di Bali, Launching CoE Banjarmasin 2026 Telan Anggaran APBD Rp 200 Juta

Jumat, 6 Feb 2026 | 12:43
Next Post
Puskesmas Sungai Andai Menuju Rumah Sakit Tipe D

Puskesmas Sungai Andai Menuju Rumah Sakit Tipe D

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist