SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) setempat, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih se-Banjarmasin.
Kegiatan ini diikuti oleh para pengawas, ketua, sekretaris dan bendahara koperasi dari seluruh kelurahan se Banjarmasin, di Hotel Banjarmasin Internasional, Selasa (14/4/2026).
Bimtek ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelola koperasi dan dapat berkembang.
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda menuturkan, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas pengelola koperasi agar mampu menjalankan organisasi sesuai prinsip koperasi yang baik.
“Alhamdulillah kita melaksanakan Bimtek bagi pengurus koperasi Kelurahan Merah Putih. Kita ingin mereka menjalankan koperasi secara jujur, terbuka dan sesuai dengan prinsip koperasi,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan total peserta dari 52 kelurahan. “Hari pertama diikuti oleh 26 kelurahan dan sisanya dijadwalkan pada hari berikutnya,” bebernya.
Ia berharap, seluruh peserta dapat menyerap materi yang diberikan secara optimal, mengingat narasumber yang dihadirkan merupakan pihak yang kompeten di bidangnya.
“Kita harap peserta benar-benar bisa menyerap ilmu yang disampaikan, sehingga koperasi yang mereka kelola bisa berkembang dengan baik,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Diskopumker Banjarmasin Dr Machli Riyadi mengatakan, Bimtek merupakan langkah konkret Pemerintah dalam membina koperasi Merah Putih di tingkat Kelurahan.
“Sejak awal kita ingin membekali mereka dari sisi pengetahuan, keterampilan, hingga strategi entrepreneurship dalam mengelola koperasi,” katanya.
Baginya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek legalitas, tetapi juga pada kemampuan menggali potensi lokal dan membangun jaringan usaha.
“Kita tidak ingin koperasi hanya menunggu bantuan dari APBN atau APBD, tetapi mampu mandiri dengan menggali potensi di wilayah masing-masing serta membangun networking,” katanya.
Selain itu, terdapat delapan koperasi yang telah mulai beroperasi, meskipun masih perlu penguatan agar dapat berkembang lebih optimal. “Kita optimis, meskipun baru delapan yang berjalan, ke depan seluruh koperasi bisa aktif. Kami akan terus mengawal dan membantu mengatasi kendala yang mereka hadapi,” ujarnya.
Selain itu, koperasi harus mengedepankan pelayanan yang humanis, karena berada langsung di tengah masyarakat. Koperasi diharapkan mampu bersaing dengan memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjalin kerja sama dengan distributor.
Melalui Bimtek ini, para peserta juga mendapatkan materi terkait tata kelola organisasi, keuangan, perpajakan, serta penguatan jiwa kewirausahaan.
“Harapannya, seluruh pengurus koperasi memiliki keberanian untuk memanfaatkan peluang, membangun kerja sama dan mengembangkan usaha di wilayahnya masing-masing,” tukasnya. (shn/smr)









