Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
Home Pemerintahan

DLH Mau Alat USG Pohon, Namun Belum Terealisasi

Selasa, 10 Mar 2026 | 17:05 WITA
Pohon di Banjarmasin yang perlu dicek rutin untuk mengetahui masih subur atau sudah lapuk. (foto : shn/seputaran)

Pohon di Banjarmasin yang perlu dicek rutin untuk mengetahui masih subur atau sudah lapuk. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Rencana pengadaan alat USG pohon oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin hingga kini masih belum terealisasi, lantaran terkendala anggaran.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan dan Sarana DLH Banjarmasin Fauzi Noor menuturkan, usulan pengadaan alat tersebut sebenarnya sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Namun sampai sekarang belum bisa direalisasikan.

“Beberapa tahun terakhir memang sudah kita usulkan, karena banyak pohon di kota yang usianya sudah tua,” ungkap Fauzi.

DPC PKB Banjarmasin Berduka atas Wafatnya Dr. H. Iqbal Firdausi

Progres Pembangunan Rumah Maggot Capai 75 Persen

Kamis, 4 Des 2025 | 17:41
Penanganan Sampah, Pemko Bagikan Penghargaan Banjarmasin Enviromental Award 2025

Penanganan Sampah, Pemko Bagikan Penghargaan Banjarmasin Enviromental Award 2025

Selasa, 2 Des 2025 | 16:44
DLH Banjarmasin Imbau Warga Waspada Potensi Pohon Tumbang 

DLH Banjarmasin Imbau Warga Waspada Potensi Pohon Tumbang 

Kamis, 30 Okt 2025 | 16:17
Bangun Drainase dan Tratoar, 24 Pohon Angsana Ditebang

Bangun Drainase dan Tratoar, 24 Pohon Angsana Ditebang

Senin, 4 Agu 2025 | 15:23

Selama ini petugas di lapangan hanya bisa melakukan pengecekan secara manual. Padahal kondisi luar pohon sering kali terlihat baik, sementara bagian dalamnya belum tentu masih kuat. “Secara kasat mata mungkin kelihatan bagus. Tapi kita tidak tahu di dalam batangnya apakah masih kuat atau sudah lapuk,” ujarnya.

Lantas ia pun menilai, Alat USG Pohon sangat penting untuk membantu mengetahui kondisi batang pohon secara lebih akurat.  “Kebutuhan alat ini penting untuk mendukung operasional di lapangan. Dengan alat tersebut, petugas dapat mengetahui kondisi lebih valid,” sebutnya.

Hasil pemeriksaan itu nantinya menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan langkah penanganan. “Mana pohon yang masih layak dipertahankan, perlu dipangkas, diremajakan atau harus ditebang,” imbuhnya.

Lalu berapa harga alat tersebut? Fauzi mengatakan, harganya tergantung merk. Informasi sementara sekitar setengah miliar atau harga alat USG pohon tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Sementara ini DLH Banjarmasin masih mengandalkan pengecekan manual di lapangan, yang mana petugas rutin melakukan survei terhadap pohon yang dinilai berpotensi membahayakan. Jika ditemukan pohon dengan kondisi terlalu rimbun, petugas akan melakukan pemangkasan dahan menggunakan tim pemangkas pohon maupun skylift.

“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang saat diterpa angin kencang,”ujarnya.

Menurutnya, peran masyarakat dinilai cukup aktif melaporkan kondisi pohon yang dianggap berpotensi membahayakan.

Makanya, kata dia, kalau ada pohon yang rimbun atau terlihat membahayakan biasanya masyarakat langsung melapor ke DLH atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Setelah itu kita turun ke Lapangan untuk mengecek, apakah perlu dipangkas atau ditebang,” tukasnya. (shn/smr)

Tags: DLH BanjarmasinTerealisasiUSG Pohon

Baca Juga

Emas Perhiasan Sumbang Inflasi Tertinggi di Banjarmasin

Emas Perhiasan Sumbang Inflasi Tertinggi di Banjarmasin

Selasa, 10 Mar 2026 | 17:01
Direksi PAM Bandarmasih Ditetapkan

Direksi PAM Bandarmasih Ditetapkan

Selasa, 10 Mar 2026 | 16:49
Pemko Banjarmasin Fasilitasi Warga Mudik Gratis, Ada Dua Rute Layanan

Pemko Banjarmasin Fasilitasi Warga Mudik Gratis, Ada Dua Rute Layanan

Senin, 9 Mar 2026 | 20:31
Gerakan Indonesia Asri dan Pemko Banjarmasin Korvei di Pasar Sentra Antasari

Gerakan Indonesia Asri dan Pemko Banjarmasin Korvei di Pasar Sentra Antasari

Senin, 9 Mar 2026 | 20:22
  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist