SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Capaian modal inti minimum (MIM) Bank Kalsel sudah melampaui target, karena hingga saat ini sudah berada di angka Rp3,5 triliun.
Atas hal itu, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin mengapresiasi kinerja Direktur Utama (Dirut) Bank Kalsel beserta seluruh direksi dan jajaran karyawan. Apresiasi ini terutama terkait pencapaian MIM yang tembus di atas Rp3 triliun.
Bahkan, ia menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel selaku pemegang saham terbesar akan menambah penyetaan modal di 2025 ini.
“Insya Allah tahun ini kita akan menambah Rp500 miliar lagi,” katanya saat perayaan HUT ke-61 Bank Kalsel sekaligus buka puasa bersama di kediaman pribadinya, Selasa (23/3/2025).
Muhidin juga mengingatkan, Bank Kalsel terus meningkatkan performanya, agar makin profesional dan transparan. Sehingga Bank Kalsel mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat Banua, baik untuk menabung, meminjam bahkan berinvestasi melalui Bank Kalsel.
Dirut Bank Kalsel Fachrudin mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Muhidin beserta seluruh kepala daerah di Kalsel, yang sudah membantu pencapaian MIM Rp3 triliun.
Ia bersyukur, target MIM tersebut sudah tercapai dan melebihi target sesuai aturan yang disyaratkan OJK untuk mempertahankan status bank umum untuk Bank Kalsel. “Alhamdulillah Bank Kalsel sudah melampaui target MIM, hingga Rp3,5 triliun. Sehingga OJK tidak perlu memberikan “surat cinta” kepada Bank Kalsel,” ucapnya.
Sementara itu, pada rapat paripurna DPRD Kalsel 14 September 2022 lalu, disepakati penyertaan modal untuk Bank Kalsel.
Yang mana rinciannya, penambahan penyertaan modal yang dilaksanakan dalam 3 tahun dengan nilai total Rp291.153.950.000, terdiri dari dana tunai serta aset berupa bangunan dan tanah milik Pemprov.
Bentuk dana tunai sebesar Rp155.886.750.000 yang realisasi dibagi dalam 3 tahun APBD dari 2022 hingga 2024. Sementara untuk penyertaan modal dalam bentuk aset tanah dan bangunan, total nilainya mencapai Rp135.267.200.000.