SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Melonjaknya harga tiket pesawat apalagi menuju Banjarmasin dipastikan tidak terlalu berpengaruh pada kegiatan perjalanan dinas DPRD Banjarmasin ke luar daerah.
Menurut Plt Sekretaris DPRD Banjarmasin Rakhmat Riyadi Akbar, ketika fenomena kenaikan harga tiket yang terjadi, tidak ada perjalanan dinas DPRD Banjarmasin, baik studi banding atau komparasi, kunjungan kerja dan atau sejenisnya yang dibatalkan atau ditunda.
Sebab, pihak Sekretariat DPRD Banjarmasin sudah membeli atau booking tiket jauh-jauh hari sebelumnya, berdasarkan jadwal yang ditetapkan saat rapat Badan Musyawarah (Banmus). “Pihak kita sudah pesan tiket PP (pulang-pergi) sebelumnya, jadi tidak terlalu berpengaruh meski ada kenaikan dan kelangkaan tiket. Bahkan saat terjadi kenaikan tiket tujuan Banjarmasin yang hingga belasan juta,” ujarnya.
Sehingga, Akbar memastikan, pembelian tiket pesawat perjalananan dinas DPRD Banjarmasin tidak melebihi dari pagu, meski saat harga tiket pesawat melonjak drastis.
Pun demikian, pembiayaan tiket pesawat perjalanan dinas bagi anggota legislatif bisa menggunakan sistem add cost (biaya tambahan). “Kalau terpaksa atau darurat, bisa saja menggunakan cara ini. Tapi sejauh ini masih belum diterapkan, karena kita beli tiket jauh-jauh hari tadi,” jelasnya.
Namun, ia mengakui, ada pengurangan jumlah staf pendamping perjalanan dinas DPRD Banjarmasin, ketika harga tiket pesawat melambung beberapa pekan lalu. “Jika sebelumnya lebih dari satu staf pendamping, tapi saat tiket naik, hanya ada satu sampai dua staf saja yang mendampingi,” katanya.
Dia mengatakan, saat ini harga tiket bisa dikatakan sudah stabil, meski masih ada kenaikan di kisaran ratusan ribu rupiah. “Tapi ini juga tak berpengaruh, karena pola pesan tiket lebih dulu tadi. Semoga saja, ke depan harga tiket normal kembali,” tukasnya. (smr)









