Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
Home Kalsel Banjarmasin

Terkendala Air Tinggi, Pola Tanam 2 Kali Setahun Belum Bisa Dilakukan

Jumat, 17 Jan 2025 | 18:49 WITA
Lahan pertanian di Banjarmasin yang terendam air pasang. (foto : shn/seputaran)

Lahan pertanian di Banjarmasin yang terendam air pasang. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Penanaman padi sebanyak dua kali dalam setahun dalam rangka mau meningkatkan Indeks Pertanaman Dua Kali (IP2) atau pertanaman 2 kali dalam setahun, tidak bisa dilakukan di 2024.

Alasannya karena lahan untuk program tersebut kerap terendam, lantaran Banjarmasin lagi dilanda musim pasang tinggi.

“Dari November 2024 para petani sudah berusaha menanam benih padi. Ketika mau menanam, para petani di lahan sawah, ternyata air justru sudah naik tinggi. Sambil menunggu air agak surut, ternyata sampai Januari ini air terus naik, sehingga pertanaman tidak bisa dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin Yuliansyah Effendi, saat jumpa awak media di Kantor, Jumat (17/1/2024).

Indikasi Terlibat Judol, 1.618 KK di Banjarmasin Dicabut dari Penerima Bansos

Indikasi Terlibat Judol, 1.618 KK di Banjarmasin Dicabut dari Penerima Bansos

Kamis, 15 Jan 2026 | 20:06
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Meningkat

Rabu, 14 Jan 2026 | 09:15
Honor Ketua RT jadi Rp 750 Ribu Tiap Bulan, Dana Operasional Rp 17 Juta Setahun

Honor Ketua RT jadi Rp 750 Ribu Tiap Bulan, Dana Operasional Rp 17 Juta Setahun

Senin, 12 Jan 2026 | 21:05
Dilaksanakan 14 Februari 2026, Haul ke-6 Guru Zuhdi Terus Dipersiapkan

Dilaksanakan 14 Februari 2026, Haul ke-6 Guru Zuhdi Terus Dipersiapkan

Sabtu, 10 Jan 2026 | 20:00

Menurut dia, ini yang menjadi salah satu kendala pertanian sistem dua kali tanam dalam setahun di Banjarmasin. “Bila ditanam bibit padi akan tenggelam,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pihaknya juga sempat berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Kementerian Pertanian, terkait keadaan alam Banjarmasin yang belum bisa menerapkan tanam dua kali setahun.

Dan berdasarkan sejarah penanaman di Banjarmasin, penanaman benih padi dilakukan sekitar Februari dan Maret. Dengan alasan keadaan lahan atau iklim yang ada.

“Menurut siklus penanaman padi di Banjarmasin, sekitar Februari dan Maret dengan jenis lokal. Sehingga lokalnya memang seperti itu. Dan bisa jadi kalau terus-menerus terendam pola tanam akan dicobakan dengan padi apung,” jelasnya.

Walau begitu, Yuliansyah Effendi mengatakan, pihaknya mencoba melihat keadaan alam terlebih dahulu sampai seberapa jauh air itu tinggi atau tidak.

Sehingga bisa merubah pola tanam selama ini dilakukan oleh petani, misalnya dengan padi unggul lokal ditanam Februari dan Maret lalu sekitar Juli sudah panen.

“Di Agustus bisa tanam lagi sebenarnya, tetapi kita secara persuasif dilakukan ke petani sambil mengedukasi,” ucap Yuli.

Makanya dengan punya Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), petani memiliki syarat untuk bisa tanam dua kali.

“Salah satu usaha kita memberikan contoh dan mengedukasi ke petani. Sehingga bisa menghindari apa yang terjadi pada saat ini dengan muka air lebih tinggi dari persawahan,” tukasnya. (shn/smr)

Tags: Air TinggibanjarmasinPertanian

Baca Juga

Awas Penipuan Mengatasnamakan DJP

Awas Penipuan Mengatasnamakan DJP

Rabu, 21 Jan 2026 | 14:18
Walikota Terima Laporan PPPK Paruh Waktu Sering Bolos Kerja

Walikota Terima Laporan PPPK Paruh Waktu Sering Bolos Kerja

Selasa, 20 Jan 2026 | 21:02
Pembenahan Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh, Walikota Ajak Swasta Ikut Berkontribusi

Pembenahan Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh, Walikota Ajak Swasta Ikut Berkontribusi

Selasa, 20 Jan 2026 | 20:58
Gubernur H Muhidin Motivasi Praja IPDN

Gubernur H Muhidin Motivasi Praja IPDN

Selasa, 20 Jan 2026 | 15:07
Next Post
Kunjungan ke SDN Sungai Jingah 5, Rikval Prihatin Masih Banyak Bangunan SD Rusak

Kunjungan ke SDN Sungai Jingah 5, Rikval Prihatin Masih Banyak Bangunan SD Rusak

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist