Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
Home Headline

Pengangkatan Pegawai SPPG Menjadi PPPK Picu Kekecewaan Guru Honorer

Senin, 2 Feb 2026 | 21:49 WITA
Ketua PGRI Kalsel Abdul Rivai. (foto : shn/seputaran)

Ketua PGRI Kalsel Abdul Rivai. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kebijakan Pemerintah Pusat bakal mengangkat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026 menuai sorotan dari berbagai kalangan, khususnya tenaga pendidik honorer di daerah.

Kebijakan tersebut dinilai membuka kembali luka lama soal ketimpangan pengangkatan aparatur negara.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, pengangkatan PPPK diperuntukkan bagi pegawai inti SPPG yakni Kepala SPPG, Akuntan dan Ahli Gizi yang lulus seleksi Computer Assisted Test (CAT), jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 32 ribu orang secara Nasional, dengan status kepegawaian dan gaji yang telah ditetapkan sejak awal.

16 Korban Selamat dan dan Satu Meninggal Dunia Dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti

16 Korban Selamat dan dan Satu Meninggal Dunia Dievakuasi ke Pelabuhan Trisakti

Senin, 14 Sep 2026 | 19:59
Walikota Yamin Kawal Evakuasi dan Penanganan Korban KM Virgo 08

Walikota Yamin Kawal Evakuasi dan Penanganan Korban KM Virgo 08

Minggu, 13 Sep 2026 | 20:05
PAM Bandarmasih Bentuk Tim Tanggap Darurat, Tangani Kondisi Darurat Air Baku

PAM Bandarmasih Bentuk Tim Tanggap Darurat, Tangani Kondisi Darurat Air Baku

Jumat, 11 Sep 2026 | 19:44
Perumda PALD Gelar Jalan Santai dan Senam Sehat Semarakkan Harjad ke-500 Banjarmasin

Perumda PALD Gelar Jalan Santai dan Senam Sehat Semarakkan Harjad ke-500 Banjarmasin

Jumat, 11 Sep 2026 | 19:40

Pada saat yang sama ratusan ribu guru honorer di Indonesia sebagian telah mengabdi lebih dari satu hingga dua dekade masih berada dalam ketidakpastian status.

Bahkan, guru honorer yang baru saja diangkat menjadi PPPK paruh waktu hingga kini belum memiliki kepastian penghasilan tetap.

Salah satu Guru Honorer di Banjarmasin Anugerah menuturkan, kebijakan tersebut membuat bagi para tenaga pendidik kecewa.

“Kami bukan iri dengan program MBG. Tapi realitanya, kami guru honorer sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun dengan gaji sangat kecil. Sekarang justru ada sektor baru yang langsung diangkat jadi PPPK dengan gaji jelas. Dimana keadilan bagi para guru,” ketusnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan adanya perbedaan perlakuan negara terhadap profesi yang sama-sama strategis bagi masa depan bangsa.

Hal senada disampaikan Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Abdul Rivai. Di mata dia, kebijakan ini berpotensi menimbulkan kecemburuan struktural di tubuh aparatur pendidikan nasional.

Pengangkatan SPPG menjadi PPPK tentu sah secara regulasi. Namun yang menjadi masalah adalah prioritas negara. “Guru honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi justru terus menunggu, sementara sektor lain bisa langsung mendapat kepastian status dan gaji,” ujarnya.

Ia pun menghendaki, kebijakan ini perlu dikaji secara komprehensif, agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan tenaga pendidik.

Mengingat, guru honorer merupakan kelompok yang selama ini paling lama menunggu kepastian status kepegawaian.

“Banyak guru honorer yang sudah puluhan tahun mengajar dengan penghasilan minim. Ketika melihat ada kelompok lain yang lebih cepat diangkat menjadi PPPK, wajar jika muncul kekecewaan dan rasa tidak adil,” terangnya.

Abdul Rivai juga menyoroti, kondisi guru PPPK paruh waktu yang hingga kini belum memiliki kejelasan terkait besaran gaji. Padahal, status mereka telah ditetapkan, namun implementasi kesejahteraannya masih bergantung pada kebijakan pemerintah daerah.

“Tahun ini ribuan guru honorer sudah diangkat menjadi PPPK paruh waktu, tapi gaji mereka belum ditetapkan. Ini menjadi persoalan serius yang harus segera diselesaikan,” jelasnya.

Abdul Rivai menyatakan, menindaklanjuti persoalan tersebut, PGRI berencana melakukan audiensi dengan Komisi X DPR RI. Dalam pertemuan tersebut, PGRI akan mendorong kejelasan regulasi PPPK serta meminta pemerintah pusat memberikan kepastian terkait skema penggajian guru PPPK paruh waktu.

“Selain itu, audiensi juga akan dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi daerah terkait kebijakan pengangkatan pegawai SPPG menjadi PPPK, agar tidak menimbulkan ketimpangan kebijakan antar sektor,” tukasnya. (shn/smr)

Tags: GuruheadlinePGRIPPPKSPPGUmum

Baca Juga

Gubernur Kalsel Berikan Bantuan Uang Pribadi untuk Korban KM Virgo Transport 8

Gubernur Kalsel Berikan Bantuan Uang Pribadi untuk Korban KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 Sep 2026 | 22:52
Wagub Hasnuryadi Motivasi Mahasiswa IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

Wagub Hasnuryadi Motivasi Mahasiswa IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

Rabu, 16 Sep 2026 | 21:53
Bank Kalsel Salurkan CSR Budidaya Lele untuk Bank Sampah “Bahe’mart”

Bank Kalsel Salurkan CSR Budidaya Lele untuk Bank Sampah “Bahe’mart”

Rabu, 16 Sep 2026 | 19:54
Berhasil Diidentifikasi, Polda Kalsel Ungkap Enam Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Berhasil Diidentifikasi, Polda Kalsel Ungkap Enam Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 Sep 2026 | 19:49
Next Post
Pemakaian Baju Batik Korpri, Pemko Banjarmasin Mengacu Permendagri dan Perwali

Pemakaian Baju Batik Korpri, Pemko Banjarmasin Mengacu Permendagri dan Perwali

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist