Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
Home Seni Budaya

Pekan Budaya Banua 2025, Gubernur Kalsel Tekankan Ini

Kamis, 4 Des 2025 | 12:47 WITA
Kegiatan Pekan Budaya Banua 2025 di Lapangan Murjani Banjarbaru. (foto : Adpim Kalsel)

Kegiatan Pekan Budaya Banua 2025 di Lapangan Murjani Banjarbaru. (foto : Adpim Kalsel)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARBARU – Pekan Budaya Banua 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Lapangan Dr Murjani, Banjarbaru, secara resmi dibuka Rabu (3/12/2025) malam.

‎Kegiatan tahunan yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel H Muhammad Syarifuddin ini mengusung tema: “Berkolaborasi dan Bertransformasi dalam Harmoni Budaya.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

‎Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin dalam membacakan sambutan Gubernur Kalsel, menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menjaga keberlanjutan budaya di tengah dinamika perubahan zaman. Budaya harus terus relevan tanpa kehilangan jati diri dan kolaborasi menjadi kunci dalam upaya transformasi budaya.

Gubernur Kalsel dan Gubernur Kalteng Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan hingga Penanggulangan Banjir

Gubernur Kalsel dan Gubernur Kalteng Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan hingga Penanggulangan Banjir

Kamis, 16 Apr 2026 | 19:52
Gubernur H Muhidin Dorong Masyarakat Gunakan Transaksi Non Tunai QRIS

Gubernur H Muhidin Dorong Masyarakat Gunakan Transaksi Non Tunai QRIS

Rabu, 15 Apr 2026 | 19:26
Gubernur H Muhidin Ramah Tamah dengan Pangdam XXII/ Tambun Bungai dan Forkopimda Kalteng

Gubernur H Muhidin Ramah Tamah dengan Pangdam XXII/ Tambun Bungai dan Forkopimda Kalteng

Selasa, 14 Apr 2026 | 20:47
Gubernur Kalsel Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2026

Gubernur Kalsel Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2026

Senin, 13 Apr 2026 | 22:06

‎“Melalui kolaborasi dan juga inovasi, dalam dunia yang terus berubah, budaya harus tetap relevan tanpa kehilangan akal. Melalui kolaborasi antar komunitas, antar daerah, antar lembaga, dan antar generasi, kita dapat menciptakan transformasi budaya yang selaras, harmonis, dan juga berkelanjutan,” katanya.

‎Rangkaian kegiatan budaya yang disiapkan dalam agenda tersebut menampilkan beragam kekayaan tradisi, mulai dari tarian, musik khas Banjar, permainan tradisional Banua, kuliner Nusantara, wastra Nusantara dan wastra Banjar, serta berbagai atraksi lainnya. ‎“Rangkaian kegiatan budaya ini akan memanjakan masyarakat, dimulai dari malam ini hingga 7 Maret nanti,” ujarnya.

Keberagaman budaya dan kreativitas masyarakat membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah. ‎“Semua ini menunjukkan betapa kayanya budaya kita dan betapa besarnya potensi ekonomi kreatif yang bisa terus dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk berperan aktif, mulai dari seniman, komunitas budaya, akademisi, pelaku UMKM, hingga generasi muda, dalam menjaga dan mewariskan tradisi. ‎“Melalui budaya Banua, mari kita jadikan budaya sebagai ruang kolaborasi dan inovasi yang tidak hanya memperkuat identitas Banua, tetapi juga mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kalsel,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Dr Hj Galuh Tantri Narindra menyampaikan, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi para pelaku seni, budayawan, generasi muda, dan komunitas kreatif.

‎“Ukuran keberhasilan pemajuan kebudayaan adalah Indeks Pembangunan Kebudayaan. Ini bisa didorong melalui kegiatan pagelaran yang memberi ruang bagi seluruh budayawan untuk berekspresi,” katanya.

Dia melaporkan, pada Pekan Budaya kali ini terdapat 40 booth UMKM yang diharapkan mampu menggerakkan ekonomi budaya. ‎“Kolaborasi lintas generasi, komunitas, dan sektor sangat diperlukan untuk memperkuat identitas daerah sekaligus membangun masa depan budaya yang adaptif dan berdaya saing,” tuturnya.

‎Galuh Tantri berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, dan sektor swasta, sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerah. ‎“Kami ingin Kalsel semakin kokoh sebagai pusat budaya dan pariwisata serta membuka peluang ekonomi baru melalui pemajuan kebudayaan,” pungkasnya.

Pada pekan budaya itu, sebanyak 11 karya budaya asal Kalsel resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia 2025. Dan tahun ini, jumlah karya budaya yang berhasil ditetapkan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat lima penetapan.

Berikut 11 karya budaya Kalsel yang ditetapkan sebagai WBTb Indonesia 2025 yang diterima oleh sejumlah pegiat seni yaitu Pembuatan Tajau (Banjarmasin), Manopeng Banyiur (Banjarmasin), Pembuatan Tanggui (Banjarmasin), Tari Babangsai dan Bakanjar (Hulu Sungai Selatan), Parang Bungkul (Hulu Sungai Selatan), Kain Sarigading (Hulu Sungai Utara), Pais Sagu (Hulu Sungai Utara), Badewa (Barito Kuala), Massukiri (Tanah Bumbu), Kintung (Banjar) dan Baahuy (Banjar). (smr)

Tags: Disdikbud Kalselgubernur kalselPekan Budaya Banua

Baca Juga

Eks Kawasan WKM Ditata, Pedagang Bakal Dipindah ke Kuliner Baiman

Eks Kawasan WKM Ditata, Pedagang Bakal Dipindah ke Kuliner Baiman

Rabu, 29 Apr 2026 | 21:33
Ombudsman RI : Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Ombudsman RI : Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik

Rabu, 29 Apr 2026 | 21:29
Tekanan Geopolitik, BEI Kalsel Siap Luncurkan ETF Emas

Tekanan Geopolitik, BEI Kalsel Siap Luncurkan ETF Emas

Rabu, 29 Apr 2026 | 21:17
SP4N-LAPOR dan Layanan Call Center 112 Menyasar ke Pelajar

SP4N-LAPOR dan Layanan Call Center 112 Menyasar ke Pelajar

Rabu, 29 Apr 2026 | 21:04
Next Post
Sekretaris Komisi III DPRD Banjarmasin Minta Proyek Drainase Rampung Tepat Waktu

Sekretaris Komisi III DPRD Banjarmasin Minta Proyek Drainase Rampung Tepat Waktu

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist