SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pedagang di Pasar Sentra Antasari dan lainnya didorong untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan di era digital.
Mendukung hal tersebut, Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar gelar pelatihan bagi para pedagang. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari diikuti 500 pedagang, di Pasar Sentra Antasari.
Wakil Walikota Banjarmasin Hj Ananda menyambut baik pelatihan para pedagang tersebut. Karena, perputaran ekonomi tidak hanya ditopang oleh toko offline saja, tetapi juga toko online.
Terlebih, omset yang dihasilkan melalui toko online terus berkembang dan berpotensi. Sehingga, para pedagang dinilai perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi transisi menuju digitalisasi.
“Toko offline tetap jalan, toko online juga jalan. Jadi saling melengkapi,” ujarnya. Ia juga menekankan, guna menarik daya tarik pengunjung, penataan pasar terus dilakukan.
“Insya Allah pasar akan kembali ke kejayaannya nanti. Harapannya kepada pedagang rasa memilikinya perlu dijaga dan dirawat yang menjadi tempat mencari uang,” tuturnya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Muhammad Abdan Syakura menuturkan, pelatihan ini dalam rangka menyambut Hari Jadi (Harjad) ke-500 Banjarmasin.
Kegiatan diikuti sebanyak 500 pedagang yang dibagi dalam dua hari pelaksanaan. “Jadi hari ini 250 pedagang, besoknya 250 pedagang ikut,” terangnya.
Abdan menyebut, materi pelatihan yang diberikan mulai dari hal-hal dasar seperti membuat akun online hingga memahami sistem e-commerce. Hal tersebut dilakukan agar para pedagang semakin memahami dan mampu memanfaatkan teknologi digital.
Tantangan menuju digitalisasi kembali kepada masing-masing pedagang, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk perubahan perilaku pasar.
“Jadi ini menjadi tantangan bagi para pedagang, bagaimana mereka bisa beradaptasi terhadap kecanggihan teknologi kemudian perilaku pasar dan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, pedagang yang sudah terlatih dan terbiasa mentransformasikan dari jualan offline ke online, maka proses transisi digitalisasi dalam transaksi jual beli akan semakin cepat.
“Meski kita dorong digital, mereka tetap berdagang di pasar, karena kita ingin mereka bisa berjualan online yang jangkauannya tidak hanya Banjarmasin tapi juga nasional,” katanya.
Pelatihan ini menyasar pedagang Pasar Sentra Antasari, Perumda Pasar juga memberikan pelatihan kepada pedagang Pasar Lima dan Pasar Sudimampir, agar siap menghadapi transisi digitalisasi.
“Kalau sembako saya lihat masih bagus, tapi kalau jualan baju, kosmetik dan lain sebagainya kompetitif sekali persaingannya. Jadi kompetitif ini kita terus upgrade kapasitas dari para pedagang sehingga mereka bisa untuk berjualan secara online,” tukasnya. (shn/smr)








