SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Lomba Bapandung Pelajar Terbanyak se-Indonesia Tingkat Kecamatan digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh.
Kegiatan ini menjadi momentum spesial lewat upaya pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai lomba Bapandung dengan peserta pelajar terbanyak se-Indonesia di tingkat kecamatan.
Ajang pelestarian budaya banjar ini menarik antusiasme yang sangat tinggi dari jajaran sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Tercatat sebanyak 1.200 pelajar berpartisipasi dan meramaikan kompetisi seni bertutur khas Banjar tersebut.
Lomba ini rangkaian memeriahkan peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Banjarmasin.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin Ryan Utama menuturkan, ajang ini dihadirkan tidak hanya untuk memecahkan rekor MURI, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian seni kebudayaan Banjar yang kian tergerus zaman.
“Kami Disdik Banjarmasin juga mengambil peran di momen Harjad ke-500 ini dengan mengadakan Lomba Bapandung Antar-Pelajar,” ujarnya, di sela-sela Lomba Bapandung Antar-Pelajar se-Kota Banjarmasin, di Taman Edukasi dan Satwa Jahri Saleh Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).
Ia mengungkapkan, proses verifikasi oleh tim MURI sudah berjalan sejak tahap awal seleksi di tingkat sekolah dan gugus. Pada saat pengisian di tingkat gugus dan tingkat sekolah pesertanya sekitar 1.200 dan ini sudah dicatatkan oleh tim MURI.
“Nanti sampai ke final, mudah-mudahan dalam verifikasi tidak ada halangan dan bisa jadi kado untuk Kota Banjarmasin dari Disdik dengan lomba bapandung peserta terbanyak,” bebernya.
Bapandung merupakan salah satu kekayaan seni bertutur teater dalam bahasa Banjar yang perlu dikenalkan kembali kepada generasi muda.
Banyak siswa yang sebelumnya hanya familiar dengan madihin atau musik panting, tetapi belum mengenal seni Bapandung.
Selain itu juga ini membina, memberikan pengetahuan lagi kepada para pelajar terkait dengan budaya Banjar yang sudah hampir punah.
“Ternyata bakat anak-anak pelajar kita di SD dan SMP luar biasa. Ini sekaligus melestarikan budaya, karena kita ada program revitalisasi bahasa daerah,” katanya.
Ia menyampaikan, antusiasme para peserta bahkan melampaui ekspektasi awal dinas. “Dari target awal sekitar 1.000 peserta, pendaftar yang masuk justru menembus angka 1.200 anak,” tuturnya.
Para pemenang nantinya akan mendapatkan piala, sertifikat, uang pembinaan, serta semog nanti ada apresiasi khusus dari Walikota Banjarmasin.
Salah seorang peserta Jihan Qonita Fanya, siswi SMPN 30 Banjarmasin, mengaku giat berlatih selama dua minggu demi menampilkan performa terbaiknya dengan mengusung tema Gawi Sebumi. “Latihan rutin, dalam satu hari biasanya dua kali menghafal,” ungkapnya.
Meski baru pertama kali ikut, tetap optimis meraih hasil terbaik. “Kesulitannya lebih ke daya ingat, tapi kalau sering ikut lomba dan latihan Insya Allah bisa saja. Biasanya itu ikut mendongeng, bercerita, story telling dan pidato. Lebih sering mengikuti lomba mendongeng,” tukasnya. (shn/smr)








