SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Isu merebaknya penyakit yang disebut sebagai “super flu” beberapa waktu belakangan ini sempat membuat masyarakat resah.
Menindaklanjuti informasi yang beredar luas di tengah publik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin memberikan keterangan resmi, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Plt Kepala Dinkes Banjarmasin M Ramadhan diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarmasin drg Emma Ariesnawati menuturkan, super flu merupakan sebutan media untuk virus Influenza A (H3N2 subclade K) yang sejatinya masih tergolong sebagai influenza musiman.
“Super flu itu bukan istilah ilmiah. Itu adalah Influenza A (H3N2 subclade K) yang selama ini sudah kami pantau dan masih termasuk flu musiman,” katanya.
Ia menjelaskan, deteksi ini merupakan hasil survei rutin penyakit pernapasan yang dilakukan oleh pemerintah.
Hingga saat ini tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa virus tersebut lebih berbahaya atau mematikan dibandingkan flu biasa. Sebagian besar kasus menunjukkan gejala ringan dan sedang hingga dapat sembuh dengan penanganan standar.
“Sistem kesehatan dalam kondisi siaga dan terkendali,” bebernya. Emma melanjutkan, kemudian kelompok yang perlu diwaspadai terhadap anak-anak, lanjut usia (Lansia), ibu hamil dan orang penyakit penyerta.
Dinkes Banjarmasin mengimbau kepada masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker ketika flu maupun batuk, cuci tangan secara rutin, istirahat cukup dan jaga daya tahan tubuh.
Selanjutnya, segera ke fasilitas kesehatan, apbila gejala memberat, dianjurkan melakukan vaksin influenza untuk mengurangi resiko keparahan.
“Masyaralat diimbau juga tidak panik, tetap waspada dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi,” tukasnya. (shn/smr)









