SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Revitalisasi Taman Satwa Jahri Saleh menjadi Taman Edukasi Satwa dan Rekreasi ditarget selesai 2026 ini. Dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin menganggarkan kurang lebih Rp4 miliar.
Kepala DKP3 Banjarmasin Yuliansyah Efendi, sekarang ini pihaknya telah melakukan proses lelang untuk proyek tersebut. Dan konsepnya sesuai yang diinginkan walikota, yakni revitalisasi ini menambah kolam renang anak dan fasilitas lainnya, agar Taman Edukasi Satwa nanti benar-benar bisa menjadi sarana yang bermanfaat. “Revitalisasi ini kita anggarkan kurang lebih Rp 4 miliar APBD,” ungkapnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menyatakan, sekarang masih tahap lelang, kalau selesai segara digarap dan ditargetkan selesai tahun ini. Proyek ini mencakup pembangunan kolam renang, tempat bermain anak, panggung dan cafetaria. “Sebentar lagi paket pekerjaan fisik untuk taman tersebut akan tayang di etalase belanja pemerintah. Mudahan tidak ada kendala dan menambah PAD,” harapnya.
Sembari itu, pihak DKP3 Banjarmasin juga mengurus perubahan nama untuk menyesuaikan dengan yang sudah diatur dalam undang-undang. “Tidak bisa lagi menggunakan nama taman satwa, karena syarat taman satwa adalah harus lahan 2 hektare, sementara taman Jahri Saleh hanya 1,5 hektare,” ungkapnya.
Meski nanti tidak lagi taman satwa, namun pihaknya masih mengoleksi binatang sebagai bahan edukasi. Namun binatang yang bukan dilindungi, sehingga aman untuk dipelihara. “Kita masih mengoleksi binatang yang tidak dilindungi dan sehingga anak-anak bisa belajar tahu tentang binatang dan bahkan untuk memeliharanya,” katanya.
Taman tersebut nanti juga dilengkapi dengan edukasi bercocok tanam, mengenal tumbuhan sayuran maupun buah. Tujuannya, agar anak-anak yang berkunjung melihat langsung dan belajar mengenai pertanian, perternakan dan perikanan yang dikelola oleh pihak DKP3 di taman tersebut.
Dia pun menyatakan, target proyek ini bisa cepat terselesaikan, setidaknya pada September 2026 ini.
Menurutnya, selama ini Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh hanya mendapatkan perbaikan yang bersifat tambal sulam. Revitalisasi kali ini memberi harapan, menghidupkan kembali wajah dari taman milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. “Dulu cuma sekedar penambahan sedikit sedikit. Jadi tahun ini perbaikannya yang agak besar,” tuturnya.
Yuliansyah Efendi optimistis, setelah berjalan taman ini akan berkontribusi terhadap PAD. Targetnya lebih dari Rp30-34 Juta pertahun. “Selain diharapkan menyumbang PAD dan beroperasi kembali dengan layak, taman ini akan berfungsi sebagai edukasi dan rekreasi bagi anak-anak,” tukasnya. (shn/smr)









