SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Melalui layanan Pasar Perpustakaan Angkutan Sungai, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Banjarmasin terus berupaya memperluas akses literasi hingga ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok.
Program yang dijalankan Bidang Pengembangan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (PPKM) itu menyasar sekolah-sekolah yang secara geografis sulit dijangkau. Sehingga petugas harus membawa buku dan perlengkapan layanan perpustakaan.
“Di bidang PPKM kami memiliki agenda sekaligus fungsi layanan Pasar Perpustakaan Angkutan Sungai,” ungkap Kepala Dispersip Banjarmasin Windiasti Kartika, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, sasarannya adalah sekolah-sekolah yang ada di pelosok. “Beberapa sekolah sebenarnya masih dapat diakses melalui jalur darat, tetapi kondisi aksesnya cukup menantang,” ucapnya.
Ia menceritakan, pada kunjungan terakhir ke kawasan Sungai Lulut, petugas harus melewati jembatan gantung yang hanya memungkinkan dilalui kendaraan roda dua.
“Kalau naik sepeda motor sebenarnya bisa, tetapi karena kami juga membawa buku-buku dan perlengkapan lainnya, akses lewat sungai menjadi pilihan yang lebih efektif,” ucapnya.
Menurut Bu Widi, melalui layanan tersebut, tidak hanya mengantarkan koleksi bacaan, tetapi juga menghadirkan kegiatan literasi untuk siswa di daerah yang minim akses terhadap fasilitas perpustakaan.
Program ini sebagai upaya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin meningkatkan minat baca dan pemerataan layanan perpustakaan.
“Terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi dan sarana pendidikan dan sambutan dari anak-anak disana juga sangat antusias,” tukasnya. (shn/smr)









