SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berencana memindahkan sekaligus membangun gedung baru Perpustakaan Banjarmasin pada 2027 mendatang.
Langkah ini dilakukan, karena Gedung Perpustakaan yang berada di kawasan Siring Menara Pandang, dinilai sudah tidak lagi representatif dan mengalami kerusakan pada struktur pondasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Banjarmasin Windiasti Kartika menuturkan, kapasitas gedung perpustakaan saat ini sudah tidak mampu menampung koleksi buku maupun jumlah pengunjung secara optimal.
“Kalau kita melihat perpustakaan yang ada di Banjarmasin, kemudian kita bandingkan dengan perpustakaan di daerah-daerah lain di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) saja, termasuk yang paling kecil perpustakaannya dan kurang representatif,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Selain keterbatasan kapasitas, bangunan perpustakaan berstatus sebagai cagar budaya sehingga tidak memungkinkan dilakukan renovasi besar maupun penambahan lantai.
Kondisi struktur bangunan juga menjadi perhatian serius. Pondasi berbahan kayu ulin yang telah berusia tua mengalami kerusakan, bahkan sejumlah tiang penyangga di bagian bawah bangunan dilaporkan telah hilang.
“Luasannya kecil, tentu saja kami tidak bisa meletakkan koleksi-koleksi buku yang lebih banyak karena berat pastinya,” ujarnya.
Apalagi ditambah adanya kerusakan struktur bangunan dalam hal ini pondasi. Mengingat, bangunan ini cagar budaya tentu umurnya sudah tua, terbuat dari kayu ulin, tiang-tiang kolong pondasi bangunan itu ada yang hilang.
Menurut dia, Walikota Banjarmasin telah mengarahkan Dispersip untuk menyiapkan lahan baru sebagai lokasi pembangunan gedung perpustakaan yang lebih modern dan layak.
Rencananya, kata dia, Perpustakaan baru akan dibangun di atas lahan kosong di kawasan Pekauman, tepat di tepi Sungai Martapura dan bersebelahan dengan Kantor Depo Arsip Dispersip Banjarmasin atau seberang Balai Kota.
Pemko Banjarmasin menargetkan proses pengadaan lahan dapat diselesaikan melalui APBD Perubahan 2026. Apabila status lahan telah bersih dan tuntas, pembangunan fisik gedung perpustakaan ditargetkan dimulai pada 2027.
“Insya Allah kalau memang di perubahan ini bisa kita bereskan pengadaan lahannya jadi statusnya clean and clear, Insya Allah di 2027 segera dibangun. Mudah-mudahan bisa segera terwujud dan terealisasi. Mohon doanya dan bisa lancar nantinya,” harapnya.
Soalnya di kawasan itu rencananya dikembangkan menjadi pusat kegiatan baru masyarakat.
Selama proses pengadaan lahan dan pembangunan berlangsung, layanan perpustakaan akan dipindahkan sementara ke lokasi transit demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Salah satu lokasi yang menjadi opsi adalah ruko milik Pemko Banjarmasin di kawasan Kayu Tangi atau Jalan Brigjen Hasan Basri.
“Jadi untuk sementara dipakai Perpustakaan agar lebih representatif tempatnya,” ucapnya.
Meski belum ada kepastian tempatnya, karena ada memiliki beberapa ruko yang masih tahap pengambilan di kawasan tersebut.
“Jadi kemungkin di kawasan tersebut lokasinya,” tukasnya. (shn/smr)









