SEPUTARAN.ID, BANJARBARU- Jelang puncak musim kemarau 2026, sebanyak 1.137 titik panas atau hotspot terpantau di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam beberapa bulan ke depan. Pemprov Kalsel memperbarui struktur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.
Pembentukan Satgas Karhutla itu, menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalsel H. Muhidin di Aula Mako Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).
Gubernur Muhidin mengatakan, struktur Satgas Karhutla yang selama ini digunakan sudah cukup lama. sehingga perlu dilakukan penyesuaian agar lebih efektif menghadapi tantangan di lapangan.
“Strukturnya sudah lama, jadi perlu diperbarui. Satgas yang baru nanti harus menginventarisasi kendala-kendala yang ada di lapangan sekaligus merumuskan langkah antisipasi yang diperlukan,” sebutnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini mengingat musim kemarau diperkirakan mulai terasa pada Juli. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September mendatang.
Oleh karena itu, seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla, diminta melakukan pengecekan ulang terhadap kesiapan personel, peralatan, hingga dukungan sarana dan prasarana di masing-masing wilayah.
Data yang dipaparkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menunjukkan hingga saat ini terdapat 1.137 hotspot yang tersebar di sejumlah daerah. Dari jumlah tersebut, tercatat 25 kejadian Karhutla dengan total luasan mencapai 41,39 hektare. Namun, saat ini baru satu daerah, yakni Kabupaten Barito telah menetapkan status siaga darurat Karhutla.
Muhidin juga mengingatkan, masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat, cuaca panas yang mulai dirasakan di sejumlah daerah berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran terbuka.
“Saya minta masyarakat jangan membakar lahan atau sampah sembarangan. Risiko kebakarannya cukup besar dan bisa merembet ke kawasan lain,” ingatnya.
Selain upaya pencegahan, Gubernur Muhidin juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Kalsel akan mulai memasuki musim kemarau dalam waktu dekat. Meski dipengaruhi fenomena El Nino, tingkat kekeringan tahun ini diperkirakan tidak separah beberapa tahun sebelumnya. (smr)









