SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kinerja PAM Bandarmasih dituntut lebih maksimal dan ada perubahan rencana bisnis, akibat tekanan kondisi ekonomi yang mempengaruhi biaya operasional dan investasi.
Selain itu, peningkatan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat menjadi agenda utama yang mendapat perhatian serius.
“Kami berharap PAM Bandarmasih dapat terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” tekan Yamin, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Aula PAM Bandarmasih, Jumat (5/6/2026).
Ia menyarankan, perubahan kondisi ekonomi yang terjadi saat ini, membuat perusahaan harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program dan rencana kegiatan yang sebelumnya telah disusun.
Kemudian memastikan langkah yang dilakukan agar target pelayanan tetap tercapai tanpa keluar dari koridor aturan yang berlaku.
Kondisi ekonomi saat ini memengaruhi perubahan harga, sehingga ada beberapa penyesuaian dalam rencana kegiatan yang telah disepakati bersama. Dan penyesuaian tersebut bukan berarti mengurangi komitmen perusahaan dalam melayani pelanggan.
Sebaliknya langkah itu dilakukan agar program pengembangan jaringan dan pemerataan distribusi air tetap berjalan maksimal, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah ujung jaringan distribusi.
“Tentunya semua ini melalui ketentuan dan aturan yang berlaku,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi menuturkan, sejumlah program investasi untuk peningkatan layanan sebenarnya sudah mulai berjalan sejak triwulan pertama tahun ini.
Namun hasilnya belum dapat dirasakan secara maksimal, karena masih berada pada tahap awal pelaksanaan.
“Jadi memang saat ini belum tercapai 100 persen, karena di tahap pertama ini kami masih melakukan perencanaan. Setelah itu baru dilakukan pelaksanaan dan pengawasan,” ucapnya.
Zulbadi memastikan, realisasi investasi akan mulai menunjukkan dampak nyata pada triwulan kedua, seiring berjalannya proses pengadaan dan pelaksanaan proyek yang saat ini masih berlangsung.
“Saat triwulan kedua nanti realisasi investasi itu akan mulai kelihatan hasilnya dan bakal melejit,” bebernya.
Menurutnya, saat ini masih dalam tahap proses pengadaan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia melanjutkan, dalam RUPS tak hanya membahas pelayanan, tetapi juga perubahan rencana bisnis akibat tekanan kondisi ekonomi yang memengaruhi biaya operasional dan investasi.
“Karena ada kenaikan harga, tentu ada penyesuaian dilakukan pada pekerjaan yang berfokus kepada masyarakat dan perusahaan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, di RUPS juga menyinggung kabar menggembirakan bagi para pemegang saham. Sebab, PAM Bandarmasih dipastikan tetap membagikan dividen dari laba perusahaan yang berhasil dibukukan sepanjang tahun berjalan.
“Setelah RUPS tentunya ada laba yang dihasilkan dan dari laba tersebut harus ada pembagian dividen kepada para pemilik saham,” ungkapnya.
Untuk laba yang dihasilkan tahun ini hasilnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Laba itu dihasilkan berapa pendapatan operasional dikurangi biaya operasional.
“Kalau itu bisa dikendalikan dengan efisiensi dan memaksimalkan pendapatan, tentu semakin lama makin naik laba,” tukasnya. (shn/smr)








