SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Menghindari pemborosan biaya serta menanamkan nilai kebersamaan dan penuh makna, acara perpisahan sekolah hendaknya dilangsungkan di sekolahan secara sederhana.
Sebab, hal itu sejalan dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Banjarmasin Nomor 315 Tahun 2026 dan Instruksi Wali Kota Banjarmasin Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur tentang pedoman pelaksanaan kegiatan pengukuhan, pelepasan atau perpisahan siswa untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banjarmasin.
“Soalnya tradisi perpisahan selama ini cenderung berlebihan dan tidak sederhana, berpotensi membebani orang tua siswa serta mulai bergeser dari nilai pendidikan. Makanya kebijakan itu diterbitkan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin Ryan Utama.
Ia menuturkan, berdasarkan SE dan Instruksi Wali Kota Banjarmasin itu, maka pelaksanaan perpisahan siswa bisa digelar secara sederhana dan tidak diwajibkan.
Lalu bagaimana tata cara bila dilaksanakan di sekolah dan komite? Menurutnya, perpisahan dilangsungkan tanpa pungutan, menggunakan seragam sekolah, dilaksanakan di lingkungan sekolah dan manfaatkan fasilitas yang ada.
“Bila ada melanggar dan aduan masuk, bakal langsung ditindaklanjuti oleh bidang PAUD, SD, SMP dan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) terkait Kepala Sekolah (Kepsek) nya,” tegasnya, Selasa (2/6/2026).
Kemudian jika memang terbukti melanggar Kepsek bakal diberi teguran. “Ada beberapa aduan yang telah masuk, sudah ditindaklanjuti untuk dimediasi. Jadi kebanyakan memang keinginan orang tua,” tuturnya.
Akan tetapi, pihaknya tidak melarang acara perpisahan dan ada iuran. Asalkan, iuran tersebut tidak ada batas nominal, serta tidak wajib bagi siswa membayar, terutama yang kurang mampu.
“Sebab, SE dan Intsruksi Wali Kota menyatakan bahwa jangan sampai ada batasan nominal atau kewajiban,” katanya.
Makanya, kata dia, aduan yang masuk ke pihaknya, karena sekolah dan komite menetapkan besaran iuran. “Seharusnya tidak ada besaran iuran, harapan nya ada subsidi yang mampu dapat menutupi kurang,” katanya.
“Soalnya perlu diperhatikan, perpisahan bukan soal kemewahan tapi makna, kebersamaan lebih penting daripada seremonial dan sederhana itu bukan berarti kekurangan tapi cukup dan penuh makna,” tukasnya. (shn/smr)









