Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
Home Advetorial

Komisi II Pantau Kesiapan Bank Kalsel Menuju Bank Devisa

Rabu, 29 Apr 2026 | 20:29 WITA
Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Suripno Sumas dan rombongan saat kunjungan kerja ke Bank Kalsel Cabang Jakarta. (foto : istimewa)

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Suripno Sumas dan rombongan saat kunjungan kerja ke Bank Kalsel Cabang Jakarta. (foto : istimewa)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, JAKARTA – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kunjungan kerja ke Kantor Cabang Bank Kalsel Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Kunjungan ini guna memantau langsung kesiapan teknis, operasional, dan strategi pengembangan bisnis perbankan daerah tersebut, serta komitmen DPRD Kalsel terus mengawal progres kesiapan Bank Kalsel dalam proses transformasi menjadi bank devisa.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel H Suripno Sumas menegaskan, pengawasan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi DPRD di bidang ekonomi dan keuangan, khususnya untuk memastikan kesiapan Bank Kalsel dalam menjalankan arahan pemerintah menuju status bank devisa.

Resmi Jadi Bank Devisa, Bank Kalsel Siap Layani Transaksi Internasional

Resmi Jadi Bank Devisa, Bank Kalsel Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Jun 2026 | 17:56
Gubernur Muhidin Jadi Nasabah Perdana Bank Kalsel Status Bank Devisa

Gubernur Muhidin Jadi Nasabah Perdana Bank Kalsel Status Bank Devisa

Senin, 22 Jun 2026 | 17:29
Bank Kalsel Resmi Menjadi Bank Devisa, Gubernur Muhidin : Ini Untuk Meningkatkan Daya Saing

Bank Kalsel Resmi Menjadi Bank Devisa, Gubernur Muhidin : Ini Untuk Meningkatkan Daya Saing

Senin, 22 Jun 2026 | 17:22
Audensi dengan PWI, Bank Kalsel Pastikan Jadi Bank Devisa Mulai 17 Juni

Audensi dengan PWI, Bank Kalsel Pastikan Jadi Bank Devisa Mulai 17 Juni

Rabu, 10 Jun 2026 | 14:06

“Langkah tersebut memiliki nilai strategis dan berpotensi memperkuat perekonomian daerah dan meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Suripno mengungkapkan Komisi II DPRD Kalsel akan mengundang Bank Indonesia untuk melakukan audiensi di DPRD Kalsel.

Audiensi itu bertujuan memperdalam pembahasan terkait potensi pengelolaan DHE SDA, mekanisme perbankan devisa, serta peluang strategis yang dapat dimanfaatkan daerah melalui penguatan peran Bank Kalsel.

Menurutnya, sinergi dengan Bank Indonesia penting agar transformasi Bank Kalsel menuju bank devisa dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi peningkatan PAD serta kesejahteraan masyarakat Banua.

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Dana dan Digital Bank Kalsel, Suwanto menjelaskan, pada Juni 2025 Bank Kalsel telah mengajukan persyaratan menjadi bank devisa kepada OJK.

“Secara substansial, persyaratan administratif telah terpenuhi, namun terdapat 53 rekomendasi teknis yang harus ditindaklanjuti, mulai dari penguatan teknologi informasi, sumber daya manusia, hingga kesiapan operasional. Hingga laporan progres per Maret 2026 yang disampaikan pada April, capaian tindak lanjut telah berada pada angka rata-rata 74 persen,” ujarnya.

Ia menyebutkan, target penyelesaian seluruh rekomendasi tersebut ditetapkan pada akhir Mei 2026, yang kemudian akan dilanjutkan dengan simulasi kesiapan layanan melalui skema mini bank di Cabang Utama Banjarmasin, Cabang Jakarta, dan Cabang Batulicin.

Simulasi tersebut merupakan salah satu upaya untuk memastikan kesiapan layanan devisa, mulai dari transaksi valuta asing, remitansi internasional, hingga dukungan transaksi ekspor-impor.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Kalsel Jakarta, Muhaimi Ahyat memaparkan, asesmen kesiapan cabang Jakarta telah dilakukan oleh Tim Bank Devisa pada 5-6 November 2025, meliputi infrastruktur, sumber daya manusia, serta sistem dan proses transaksi devisa.

Hasil asesmen menunjukkan infrastruktur utama seperti mesin sortir uang valuta asing, jaringan core banking, serta sistem informasi kurs telah tersedia dan siap digunakan. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pelatihan berkelanjutan, peningkatan koordinasi dengan unit teknologi informasi, serta penyelarasan praktik operasional agar implementasi layanan devisa dapat berjalan optimal.

Muhaimi optimistis, status bank devisa akan menjadi pintu masuk pengembangan bisnis Bank Kalsel yang lebih luas. Terlebih, dengan potensi Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dari Kalsel yang cukup besar, peluang penghimpunan dana akan semakin terbuka.

Dana hasil ekspor dari sektor pertambangan, perkebunan, dan sumber daya alam lainnya yang wajib ditempatkan di sistem keuangan nasional dinilai dapat menjadi sumber likuiditas baru apabila dikelola melalui Bank Kalsel.

Sementara Anggota Komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi menilai, status bank devisa menjadi peluang strategis agar potensi DHE SDA Kalsel tidak hanya berputar di perbankan nasional, tetapi juga dapat masuk dan dikelola oleh bank milik daerah.

Menurutnya, apabila dana hasil ekspor itu bisa dihimpun melalui Bank Kalsel, maka akan memperkuat likuiditas bank, meningkatkan laba perusahaan, dan berdampak langsung pada peningkatan dividen yang menjadi bagian dari PAD. (adv/smr)

Tags: Bank DevisaDPRD Kalsel

Baca Juga

Tujuh Pejabat Pemko Banjarmasin Dilantik, Walikota Minta Target Kinerja 100 Hari

Tujuh Pejabat Pemko Banjarmasin Dilantik, Walikota Minta Target Kinerja 100 Hari

Senin, 3 Agu 2026 | 20:45
Miring dan Membahayakan, Monumen Kayuh Baimbai Dibongkar

Miring dan Membahayakan, Monumen Kayuh Baimbai Dibongkar

Senin, 3 Agu 2026 | 20:25
54 Atlet Bertanding di Kejuaraan Menembak Walikota Banjarmasin Cup

54 Atlet Bertanding di Kejuaraan Menembak Walikota Banjarmasin Cup

Sabtu, 1 Agu 2026 | 21:02
Sah! Hj Ananda Terpilih Menjadi Ketua PMI Banjarmasin Periode 2025-2030

Sah! Hj Ananda Terpilih Menjadi Ketua PMI Banjarmasin Periode 2025-2030

Sabtu, 1 Agu 2026 | 20:40
Next Post
SP4N-LAPOR dan Layanan Call Center 112 Menyasar ke Pelajar

SP4N-LAPOR dan Layanan Call Center 112 Menyasar ke Pelajar

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist