SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin terpaksa memutus proyek pembangunan ruang kelas baru di SDN Pengambangan 5 Kota Banjarmasin. Bahkan kontraktor sampai diblacklist
Bukan tanpa alasan, pekerjaan kontraktor tersebut diputus kontrak, karena sejak Agustus 2025 lalu proyek pembangunan dimulai hingga akhir tahun lalu. Progres pengerjaan baru 20 persen.
“Mulai pekerjaan sampai evaluasi pertama itu progresnya baru 20 persen. Kemudian ada masalah internal, hingga kontraktor tidak sanggup mengejar pekerjaannya,” ungkap Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama.
Padahal, jika sesuai target pembangunan. Harusnya sudah selesai dan sudah bisa difungsikan pada Desember 2025 lalu.
“Selain itu, penyedia saja ini juga diputus kontrak bahkan diblacklist perusahaannya berdasarkan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setelah melakukan audit infrastruktur proyek tersebut,” bebernya.
Ryan menyebut, seiring dengan adanya kendala tersebut, terpaksa Disdik Banjarmasin melakukan pengadaan ulang terhadap pembangunan ruang kelas SDN Pengamanan 5 Banjarmasin tersebut. “Akan kita ajukan lagi anggaran pembangunannya di tahun ini,” jelasnya.
Meski pembangunan ini mangkrak, Ryan memastikan, tidak ada kerugian yang ditanggung pemerintah sebab ini merupakan kesalahan dari penyedia saja. “Jadi tidak ada kerugian dan kita ada jaminan. Dana pembangunan ini juga sudah dikembalikan,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala SDN Pengambangan 5 Banjarmasin Wahyu Ekma Pranatalia tak memungkiri dan sangat menyayangkan proyek pembangunan ruang kelas di sekolahnya terhenti begitu saja.
Mengingat ruang kelas baru ini sudah dinanti-nanti sejak lama. Sebab kendala sekolah selama ini adalah kekurangan ruang kelas untuk menampung para siswanya yang jumlahnya hampir 400 orang.
“Jadi selama ini kami hanya memanfaatkan ruang yang ada seperti perpustakaan dan ruang kepala sekolah sebagai ruang kelas siswa sementara,” bebernya.
Selain itu, demi keselamatan para siswa bahan material proyek yang ditinggalkan begitu saja telah pihaknya tutupi dengan atap seng.
“Kami tutupi supaya tidak membahayakan anak-anak saat berada di lingkungan sekolah. Kondisi juga menyebabkan, sekolah tergenang karena drainase ikut tertutupi,” katanya.
Adapun rencana proyek pembangunan akan dilanjutkan kembali tentunya menjadi kabar baik yang terus ditunggu pihaknya. “Alhamdulillah sekali kalau tidak jadi mangkrak karena memang kita sangat membutuhkan ruang kelas baru,” tukasnya.
Berdasarkan laman LPSE Banjarmasin proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru SDN Pengambangan 5 ini, dimenangkan CV BCMP dengan anggaran Rp 799 juta. (shn/smr)









