SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Upaya Rehabilitasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih terus dilakukan. Saat ini tinggal dua poin lagi dari sebelumnya ada 22 poin yang menjadi catatan pembenahan dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).
Walikota Banjarmasin H Muhammad Yamin menuturkan, dua poin tersisa itu, yakni perbaikan pipa dan Detail Engineering Design (DED) untuk pemisahan air lindi dan air hujan di TPAS Basirih.
“Tinggal penataan dalam hal pemisahan air lindi dan air hujan serta perbaikan pipa,” jelasnya, usai memantau progres pembenahan TPAS Basirih, Jumat (2/1/2026).
Seiring pembenahan ini, ia sangat berharap dari KLH memberikan kesempatan untuk TPAS Basirih bisa beroperasi lagi.
Yamin mengatakan, kali ini hanya menjadi tempat pengelolaan sampah saja..Pasalnya, lahan di TPAS Basirih cukup luas dan letaknya strategis hingga sangat pas untuk pengolahan sampah yang dihasilkan Kota Banjarmasin setiap harinya.
“Banjarmasin ini sudah sempit, karena padat akan penduduk,” tuturnya
Jadi harapannya lahan TPAS Basirih ini bisa dimanfaatkan kembali terutama dalam pengelolaan sampah. Tentunya untuk menunjang pengelolaan sampah di TPAS Basirih, nantinya akan dilengkapi dengan sarana prasarananya.
“Kalau kami diberi kesempatan tentu kami komitmen untuk benar-benar menjadi TPAS Basirih sebagai tempat pengelolaan sampah,” jelasnya Yamin.
Sementara ini pembuangan masih di TPA Banjarbakula dan pemilahan dan pengolahan dilakukan guna pengurangan. “Tentunya perlu dukungan masyarakat penanganan sampah tidak bisa selesai,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin Alive Yoesfah Love menuturkan, penanganan poin tersisa yakni DED dan perbaikan pipa diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.
“Total anggaran penanganan TPAS Basirih ini sekitar Rp11,7 miliar dan sudah kami geser ke PUPR pada Anggaran 2026,” ujarnya.
Ia optimis, dengan sinergitas bersama dalam penanganan TPAS Basirih ini rampung dengan cepat dan ditargetkan pertengahan 2026 sudah selesai.
Alive menyatakan, untuk target pertengahan 2026 sekitar Juli-Agustus selesai. Sebab, waktu DED itu sekitar 3-4 bulan dikejar dan sisanya tinggal pengerjaan.
“Meski deadline di 2027, tapi mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai,” tukasnya. (shn/smr)









