Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
Home Kalsel

Paman Yani Sebut Sikap Toleransi Warga Desa Madu Retno Patut Dicontoh

Jumat, 22 Sep 2023 | 21:11 WITA
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Desa Madu Retno, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu. (foto : istimewa)

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Desa Madu Retno, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu. (foto : istimewa)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BATULICIN – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sedari dulu menjadi eksodus bagi transmigran. Meski begitu, tidak pernah terjadi permusuhan antara penduduk asli dan para pendatang.

Di Desa Madu Retno, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalsel misalnya. Mayoritas penduduk desa itu merupakan transmigran asal Bali, dan diterima dengan baik oleh penduduk lokal (Suku Banjar).

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, sikap toleransi yang diterapkan warga desa itu merupakan sebuah rahmat sekaligus membuktikan bahwa Pancasila benar-benar bisa mempersatukan bangsa.

Ketua Komisi II Dukung Bank Kalsel sebagai Bank Devisa

Ketua Komisi II Dukung Bank Kalsel sebagai Bank Devisa

Selasa, 27 Jan 2026 | 19:21
Bank Kalsel Support Pembiayaan Rumah bagi ASN dan Pekerja di Pemko Banjarmasin

Bank Kalsel Support Pembiayaan Rumah bagi ASN dan Pekerja di Pemko Banjarmasin

Jumat, 5 Des 2025 | 20:52
Ketua GOW Tapin Prerkuat Langkah Pencegahan Narkoba

Ketua GOW Tapin Prerkuat Langkah Pencegahan Narkoba

Rabu, 3 Des 2025 | 16:38
Bank Kalsel Komitmen Bantu Pembiayaan Rumah bagi ASN dan Pekerja

Bank Kalsel Komitmen Bantu Pembiayaan Rumah bagi ASN dan Pekerja

Selasa, 2 Des 2025 | 09:15

“Ini patut kita apresiasi dan kita syukuri. Karena apa, meski berbeda suku, berbeda agama, tetapi mereka bisa hidup damai,” ucap Paman Yani (sapaan akrab), usai menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Madu Retno, Jumat (22/9/2023).

Kendati begitu, lanjut Paman Yani, ideologi Pancasila harus terus ditekankan, agar tidak mudah terhasut oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa dengan mengatasnamakan suku, ras dan agama.

“Sikap toleransi seperti ini penting kita jaga, agar di masa akan datang kita bisa menjadi bangsa yang besar. Diawali dari Desa Madu Retno ini,” tutur wakil rakyat dari fraksi partai Golkar itu.

Di samping itu, legislator Dapil VI Tanah Bumbu dan Kotabaru ini, menyebut, yang dilakukan dan diterapkan warga desa Madu Retno sudah sepatutnya menjadi contoh bagi daerah lain. Terlebih dalam kegiatan keagamaan dan dukungan terhadap kearifan lokal masing-masing suku.

“Para warga disini saling gotong royong. Ketika ada acara keagamaan Islam misalnya, warga yang beragama Hindu ikut bergotong royong mendukung. Sama halnya ketika Hari Raya Nyepi, warga muslim menghormati dengan tidak membunyikan suara musik yang keras dan sebagainya,” katanya.

Paman Yani berharap toleransi itu akan berdampak terhadap kemajuan dan kesejahteraan ekonomi warga desa Madu Retno.

“Tentu dukungan dari Pemerintah dan DPRD juga tidak ketinggalan. Kehadiran saya disini pun tentu saja untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka membangun Kalsel yang lebih maju ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubbid Politik Bakesbangpol Kalsel Harry Widhiatmoko mengatakan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua lapisan masyarakat.

“Terlebih menjelang tahapan Pemilu saat ini. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan di adu domba. Jangan pula mudah tertipu oleh politik uang dan berita hoax. Kita harus bijak dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila demi meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa yang disampaikan Paman Yani di desa itu patut diacungi jempol.

“Bentuk perhatian Paman Yani terhadap persatuan bangsa khususnya di desa ini patut diapresiasi, karena ini merupakan tugas yang tidak semua dewan bisa lakukan,” sebutnya.

Senada, tokoh masyarakat setempat, I Nengah Sudira, menyampaikan apresiasinya kepada Paman Yani.

Lantaran ia menilai, sangat jarang unsur pimpinan yang mau terjun langsung ke desa walaupun hanya sekedar berkunjung.

“Apalagi sampai mau duduk bersama dengan warga dan menyampaikan wawasan tentang kebangsaan seperti yang dilakukan Paman Yani. Ini suatu kebanggaan bagi kami warga Desa Madu Retno,” ungkapnya.

Terlebih, lanjut Nengah, warga Desa Madu Retno terdiri dari tiga suku yakni Bali, Banjar dan Jawa.

Sehingga Wawasan Kebangsaan menurutnya sangat diperlukan bagi warga agar tidak menimbulkan perpecahan.

“Melalui wawasan kebangsaan dari Paman Yani, saya berharap perbedaan yang ada di desa ini dapat menjadi suatu keanekaragaman dalam satu wadah yakni Bhinneka Tunggal Ika,” tukasnya. (putza/smr)

Tags: DPRD KalselMadu RetnoPancasilaSosialisasiToleransiWawasan Kebangsaan

Baca Juga

Data Verval ATS : Sekitar 7.378 Anak di Banjarmasin Tak Sekolah

Data Verval ATS : Sekitar 7.378 Anak di Banjarmasin Tak Sekolah

Senin, 11 Mei 2026 | 19:39
Realisasi PAD Banjarmasin Triwulan Pertama Lampaui Target

Realisasi PAD Banjarmasin Triwulan Pertama Lampaui Target

Senin, 11 Mei 2026 | 19:33
Kantor Kas Bank Kalsel di MPP Tanah Bumbu Mulai Beroperasi

Kantor Kas Bank Kalsel di MPP Tanah Bumbu Mulai Beroperasi

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:53
Penguatan Pelayanan, TP Posyandu Kalsel Eks Kantor Gubernuran Diresmikan

Penguatan Pelayanan, TP Posyandu Kalsel Eks Kantor Gubernuran Diresmikan

Jumat, 8 Mei 2026 | 19:44
Next Post
Dispersip Kalsel Jalin Kerjasama Pinjam Pakai 17 Film Audio Visual Dengan TVRI

Dispersip Kalsel Jalin Kerjasama Pinjam Pakai 17 Film Audio Visual Dengan TVRI

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist