SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Sekolah di Banjarmasin tergenang banjir rob. Bahkan ada yang sampai masuk ruang kelas dan kantor guru.
Kepala Sekolah SDN Murung Raya 1 Novi Ariyanti menuturkan, kondisi banjir rob ini sampai masuk ruang kelas dari tahun sebelumnya cuma selama satu hari.
“Bila tahun ini sudah dari Rabu lalu, jadi hampir seminggu merendam ruang kelas hampir 30 cm. Jadi debit air sungai sangat tinggi di dekat lingkungan sekolah. Lalu berkurang pada siang hari,” ungkap Novi, Senin (5/1/2026).
Untuk keamanan fasilitas sekolah telah dipindahkan ke tempat lebih tinggi. Namun, ada sempat basah buku akibat terendam, tapi cuma buku cerita diletakkan dipojok baca, bila buku pembelajaran posisinya aman.
Terdampak tergenang air ada tiga kelas merupakan ruang baru dibangun 2018. Yakni kelas satu, dua dan empat oleh kondisinya agak rendah jadi masuk air.
“Ketika direnovasi posisinya tidak ditinggikan, untuk enam kelas lain aman. Jadi untuk sekarang kondisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak bisa berjalan seperti biasa dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” jelasnya
Novi menyebut, selain sekolah, rumah para siswa tergenang, sehingga menjadi pertimbangan PJJ..Bahkan ada yang sampai mengungsi dari lingkungannya.
“Melihat prediksi BMKG sampai 8 Januari 2026, jadi PJJ harian dulu sampai tanggal itu tadi. Soal bila kondisi masih belum aman, PJJ tetap berlanjut,” katanya.
Di lain lokasi, SDN Negeri Sungai Lulut juga merasakan terendam banjir. Kepala SD Negeri Sungai Lulut 3 Huda menuturkan, selama beberapa hari ini air menggenang ruang kelas dan kantor guru hingga setinggi selutut orang dewasa.
Kondisi menggenang mulai November kawasan halaman sekolah, cuma baru beberapa hari ini sampai masuk ruang kelas dan kantor guru.
“Paling parah memang baru akhir 2025 dan awal 2026 ini, selama menjabat empat tahun di sekolah ini,” ucapnya.
Sri mengatakan, pihaknya juga telah mengamankan fasilitas dan berkas serta kelistrikan sekolah ketempat lebih aman. Karena terlihat genangan air semakin meninggi.
“Di depan ada pengerukan sungai, berharap adanya air turun lebih cepat, agar sekolah berjalan tanpa banjir dan tergenang. Soalnya kegiatan pasti terganggu, tidak bisa upacara, olahraga dan lainnya,” keluhnya
Sri mengatakan, penerapan PJJ di sekolah sampai Kamis sambil melihat situasi, bila cepat surut dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Bila masih belum, terpaksa PJJ tetap diberlakukan. Ada 129 siswa yang ada di sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama menuturkan, air menggenang lingkungan sekolah cukup tinggi.
“Ada yang sampai masuk ruang kelas dan kantor guru,” ujarnya. Pendataan kerusakan fasilitas sekolah disebabkan musibah banjir ini memang diminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Jadi bila ada kerusakan-kerusakan sarana prasarana dan peralatan yang terdampak banjir itu, harapnya didata sebagai dasar untuk menyalurkan bantuan dari Kemendikdasmen,” ungkapnya, usai memantau banjir di SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Pemantauan sekaligus pendataan ini, menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk pengembangan sarana prasana di satuan pendidikan di Banjarmasin ke depannya.
Terutama sekolah yang berada di bantaran sungai atau yang tidak memiliki drainase. “Tentu ini menjadi evaluasi kami. Peninjauan hari ini juga, merupakan lanjutan pantauan yang telah dilakukan sehari sebelumnya,” ucapnya.
Namun memang kali ini peninjauan lebih menyasar jenjang SD. “Kalau kemarin itu SMP, sekarang ke SD lagi dipantau kondisi lapangan seperti apa dalam situasi banjir ini,” terangnya.
Ryan menjelaskan, sampai ini sudah terdata ada sekitar 5 TK/PAUD, 26 SD dan 19 SMP yang terendam banjir. Sedangkan data masih terus diupdate.
Adapun kondisi banjir mengenangi sejumlah sekolah itu bervariasi. Mulai dari ketinggian yang sedang, genangan banjir cukup tinggi sampai sudah memasuki ruangan. Kemudian genangan banjir yang lambat surut.
“Ada yang kondisinya surut pasang dan data ini terus bergerak. Kami minta guru mengisi google form mengenai kondisi sekolah mereka,” pesan dia.
Ryan mengungkapkan, sekolah yang banyak tergenang banjir ini ada di dua wilayah yakni Kecamatan Banjarmasin Timur dan Kecamatan Banjarmasin Selatan.
“Tetapi di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Utara ada juga sekolah terdampak, hanya tidak terlalu banyak dari dua titik tadi,” tukasnya. (shn/smr)









