SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H M Yamin HR, melakukan uji coba armada mikrotrans berbasis listrik sebagai langkah awal menghadirkan transportasi umum ramah lingkungan di Banjarmasin.
Pengadaan armada ini oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin dengan menggandeng pihak Wuling Banjarmasin sebagai penyedia kendaraan.
Uji coba dilakukan untuk melihat langsung performa kendaraan, mulai dari daya tahan baterai hingga kenyamanan bagi penumpang.
“Hari ini kita melakukan uji coba mikrotrans listrik. Ini salah satu produk yang ingin digunakan nantinya. Akan tetapi kita uji coba dulu untuk mengetahui waktu dan durasi ketahanannya di perjalanan,” katanya.
Uji coba direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Selama periode tersebut, armada akan diuji dalam operasional harian, mulai dari pagi hingga sore hari, sebelum dilakukan pengisian daya pada malam hari.
Mikrotrans listrik ini diharapkan mampu menjangkau berbagai wilayah di Banjarmasin dan menjadi moda transportasi yang terintegrasi. Dengan kapasitas sekitar 12 hingga 13 penumpang termasuk pengemudi, kendaraan ini dinilai cukup representatif untuk kebutuhan angkutan kota.
“Selain itu, armada juga dilengkapi berbagai fitur modern seperti CCTV dan GPS,” jelasnya.
Fitur tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keamanan serta memantau pergerakan kendaraan selama beroperasi.
“Dengan adanya CCTV dan GPS, kita bisa memantau aktivitas di dalam kendaraan maupun pergerakan unit. Ini penting untuk keamanan dan pengawasan,” ucapnya.
Dari sisi kenyamanan, terkesan setelah mencoba langsung naik kendaraan listrik tersebut. Selama perjalanan terasa nyaman dengan pendingin udara yang dingin serta suspensi yang empuk.
Ia menyatakan, selama di perjalanan luar biasa enak, AC dingin dan kaki-kakinya empuk. Ini tentu jadi nilai tambah untuk masyarakat. Terkait kemungkinan menggantikan angkutan konvensional seperti taksi kuning, masih akan dikaji lebih lanjut.
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin akan melihat hasil uji coba sebelum menentukan langkah ke depan.
“Kalau memang sesuai kebutuhan, jumlah unit akan kita sesuaikan agar bisa menjangkau seluruh wilayah kota,” harapnya.
Penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya efisiensi energi sekaligus pengurangan emisi, sejalan dengan konsep pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Dengan adanya uji coba ini, diharapkan mikrotrans listrik dapat menjadi solusi transportasi masa depan di Kota Banjarmasin yang lebih modern, aman, nyaman dan ramah lingkungan,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin Slamet Begjo menuturkan, langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional.
“Arahan Pemerintah Pusat jelas, angkutan umum harus beralih dari konvensional ke listrik. Ini bagian dari penghematan energi dan efisiensi anggaran,” terangnya.
Ia menyatakan, kebutuhan angkutan umum di Banjarmasin masih belum terpenuhi, sementara taksi kota yang ada saat ini berada di kondisi stagnan.
“Sebagai solusi, Dishub merancang pola transisi yang tidak mematikan pelaku lama. Pengemudi taksi kuning tetap kita prioritaskan. Nanti kita uji kelayakannya. Kalau memenuhi syarat, bisa dilibatkan dalam sistem baru ini,” jelasnya.
Rencana operasional akan mengacu pada 13 koridor transportasi, di mana saat ini baru 6 koridor yang aktif.
Sisanya akan diisi bertahap, termasuk kemungkinan oleh armada listrik ini, dengan jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.
Uji coba ini menjadi titik krusial yaitu antara mempertahankan sistem lama yang kian ditinggalkan atau berani beralih ke transportasi masa depan.
“Pemko Banjarmasin kini berada di persimpangan dan hasil satu bulan ke depan akan menentukan arah mobilitas warganya,” tukasnya. (shn/smr)









