Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
Home Kalsel Banjarmasin

Hingga Oktober 2023, Sudah 41 Anak Perempuan di Banjarmasin jadi Korban Kekerasan

Jumat, 3 Nov 2023 | 00:07 WITA
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin, Muhammad Ramadhan. (foto : shn/seputaran)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin, Muhammad Ramadhan. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Hingga September 2023, ada 101 Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Banjarmasin.

Rinciannya, Januari 9 kasus, Februari 6 kasus, Maret 9 kasus, April 5 kasus, Mei 22 kasus, Juni 9 kasus, Juli 16 kasus, Agustus 9 kasus, September 12 kasus dan Oktober 4 kasus.

“Di mana dari Januari sampai Oktober jumlah kekerasan terhadap perempuan sebanyak 40 korban, lalu anak laki-Laki 20 korban dan anak perempuan 41 korban,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, saat ditemui awak media diruang kerja nya, Kamis (2/11/2023).

Dispersip Kalsel Perkuat Edukasi Literasi Anak di Era Digital

Dispersip Kalsel Perkuat Edukasi Literasi Anak di Era Digital

Minggu, 27 Jul 2025 | 21:45
Selama 2024, Tercatat 175 Kasus Kekerasan di Banjarmasin

Selama 2024, Tercatat 175 Kasus Kekerasan di Banjarmasin

Selasa, 31 Des 2024 | 20:25
DP3A Banjarmasin Cegah Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi

DP3A Banjarmasin Cegah Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi

Kamis, 14 Nov 2024 | 15:30
Tiga Tempat Pendukung KLA Diresmikan

Tiga Tempat Pendukung KLA Diresmikan

Selasa, 24 Sep 2024 | 21:00

Pun demikian, ia menyebut, jumlah kasus kekerasan tersebut fluktuatif. “Jadi angka tidak menentu, cukup tinggi kasusnya di Mei, Juli dan September,” jelasnya.

Menurutnya, faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan itu ada berbagai macam. Mulai dari faktor internal seperti karakter atau perilaku seseorang, motif perilaku, kondisi mental dan lainnya.

Untuk faktor eksternal seperti status ekonomi di bawah rata-rata, pendidikan rendah, relasi kuasa, sampai stigma di masyarakat yang menganggap kekerasan adalah hal yang wajar.

“Kemudian ada faktor sosial dan lingkungan keluarga juga berpengaruh,” ujarnya.

Adapun upaya dilakukan untuk meminimalisir kasus kekerasan yang terjadi di Banjarmasin, yakni dengan menumbuhkan kesadaran serta meningkatkan pemahaman yang bertujuan mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat, agar menghindari perbuatan kekerasan.

“Tentu juga turut serta bertindak cepat dalam penanganan jika mendapati kekerasan,” ujarnya.

Yakni dengan melalui berbagai cara, di antaranya sosialisasi dan edukasi di berbagai lapisan masyarakat, seperti di sekolah dan lintas sektor dengan menyediakan metode menarik yang dapat diterima oleh masyarakat.

“Kemudian, mengelola forum aktivis peduli perempuan dan anak di masyarakat. Yakni PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat),” jelasnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat segera melaporkan apabila ada ditemukan perilaku kekerasan sehingga bisa dimitigasi resiko.

“Saya berharap, sekarang ini masyarakat semakin sadar pentingnya menghindari perilaku kekerasan dalam bentuk apapun,” tukasnya. (shn/smr)

Tags: anakDP3A BanjarmasinKekerasanPerempuan

Baca Juga

Terapkan Efisiensi, Silpa APBD 2025 Capai Rp 538 Miliar Lebih

Terapkan Efisiensi, Silpa APBD 2025 Capai Rp 538 Miliar Lebih

Senin, 15 Jun 2026 | 22:11
Terbit PP Baru, Disperdagin Banjarmasin Gelar Sosialisasi PBBR/OSS-RBA

Terbit PP Baru, Disperdagin Banjarmasin Gelar Sosialisasi PBBR/OSS-RBA

Senin, 15 Jun 2026 | 20:44
Taman Edukasi Jahri Saleh Dikenakan Tiket Masuk

Taman Edukasi Jahri Saleh Dikenakan Tiket Masuk

Sabtu, 13 Jun 2026 | 20:24
10 Atlet SOIna Banjarmasin Dilepas Ikuti PESODA Kalsel 2026

10 Atlet SOIna Banjarmasin Dilepas Ikuti PESODA Kalsel 2026

Jumat, 12 Jun 2026 | 19:56
Next Post
KPU Banjarmasin Tetapkan DCT Anggota DPRD Banjarmasin untuk Pileg 2024

KPU Banjarmasin Tetapkan DCT Anggota DPRD Banjarmasin untuk Pileg 2024

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist