SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di Banjarmasin perlu menjadi perhatian serius. Sebab, hasil skrining menunjukkan lebih dari separuh siswa SD, SMP hingga SMA terdeteksi memiliki masalah kesehatan, mulai dari gangguan fisik hingga gejala kesehatan jiwa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Muhammad Ramadhan menuturkan, CKG anak sekolah telah dilaksanakan sepanjang 2025 sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan RI yang menitikberatkan upaya preventif dan promotif.
CKG ini dilakukan untuk deteksi dini kesehatan anak sekolah, agar mereka mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal dan bisa melakukan pencegahan.
Berdasarkan data Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Pokja Kesehatan Keluarga, hasil skrining CKG 2025 yang masih terbatas pada pemeriksaan fisik dan belum mencakup skrining kesehatan jiwa.
Adapun menunjukkan capaian, untuk jenjang SD 56,9 persen, SMP 56,2 persen dan SMA 50,4 persen. Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah penyakit terbanyak pada pelajar yakni karies gigi, anemia, Diabetes Melitus (DM) tipe 2, pra-hipertensi dan scabies.
Sementara memasuki 2026, Dinkes Banjarmasin mulai memperluas cakupan dengan melakukan skrining kesehatan jiwa pada pelajar SMA. “Dari total 167 siswa yang diperiksa, hasilnya menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan,” bebernya.
Data dari Pengelola Program Jiwa Pokja PTM mencatat ada 117 siswa atau 70 persen tidak menunjukkan gejala gangguan jiwa, 33 siswa atau 20 persen menunjukkan gejala ringan dan 17 siswa atau 17 persen menunjukkan gejala berat. “Untuk 2026, skrining jiwa baru kita lakukan pada siswa SMA,” katanya.
Hasilnya, memang mayoritas tidak menunjukkan gejala, tetapi ada juga yang sudah masuk kategori ringan hingga berat. “Ini yang menjadi perhatian kita bersama,” ucapnya.
Temuan ini menandakan, persoalan kesehatan pelajar tidak lagi sebatas penyakit ringan, tetapi mulai mengarah pada penyakit tidak menular yang berisiko jangka panjang. Sehingga hasil dari CKG tersebut menjadi perhatian serius bagi pihaknya, agar dapat menindaklanjuti gejala maupun penyakit yang sudah dimiliki setiap anak.
Ramadhan menyebut, CKG merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi generasi masa depan melalui mitigasi preventif, deteksi dini dan edukasi kesehatan sejak usia sekolah.
Dengan mengetahui hasil CKG, anak-anak bisa lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya dan segera ditindaklanjuti. “Ini penting agar mereka tumbuh sehat secara fisik dan mental,” tukasnya. (shn/smr)









