SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Seleksi Wawancara, Psikotes dan Pembekalan para peserta Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di Hotel 88 Banjarmasin, Rabu (19/8/2026).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjarmasin Ryan Utama menuturkan, kegiatan iniuntuk mengisi kekosongan Kepsek di Banjarmasin. Sebab, kondisi saat ini banyak di isi oleh Pelaksana Tugas (Plt).
“Dan sekarang ada syarat yang perlu dipenuhi menjadi Kepsek itu telah mengikuti Diklat BCKS,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengadakan seleksi BCKS di Banjarmasin di semua jenjang baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ada sekitar 150 peserta yang mengikuti, terdiri tiga tahapan yakni Wawancara, Psikotes dan Substansi.
“Dari semua jenjang itu, ada sekitar 100 orang diperlukan untuk mengisi menjadi Kepsek,” terangnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dilakukan secara bertahap, bekerja sama dengan BGTK Kalsel. “Soalnya memiliki batas kuota dalam pelaksanaan satu kali seleksi BCKS,” ungkapnya.
Menurutnya, Disdik Banjarmasin komitmen melakukan pengangkatan Kepsek berdasarkan hasil seleksi.
Ryan melanjutkan, kriteria yang bisa ikut, yakni Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kepsek eksisting atau sekarang menjabat tetapi belum Diklat BCKS. Kemudian guru telah memenuhi syarat administrasi juga bisa mengikuti seleksi.
“Soalnya Kepsek menjabat saat ini tidak semua nya telah ikut seleksi BCKS. Sebelumnya berdasarkan Guru Penggerak,” ujarnya.
Ia melanjutkan, sekarang Guru Penggerak kebijakannya tidak otomatis menjadi Kepsek, namun diganti seleksi BCKS. “Maka bila ingin melanjutkan menjadi Kepsek harus ikut seleksi BCKS,” ujarnya.
Ryan menyebut, hasil seleksi substansi adalah tahap uji atau wawancara mendalam yang dilakukan untuk menilai kualitas isi, kemampuan bidang keilmuan, kelayakan dokumen, serta potensi kontribusi seorang peserta. Karena melibatkan tim yang berkompeten dari seleksi wawancara, psikotes dan substansi.
“Jadi nilainya tentu dari hasil seleksi tersebut menjadi Kepsek nantinya,” tukasnya. (shn/smr)









