SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin mencatat ada lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam kurun waktu empat pekan terakhir.
Yakni kenaikan drastis hingga 37,7 persen, ini dipicu oleh dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari wilayah sekitar.
Data Dinkes Banjarmasin menunjukkan tren kenaikan konsisten dari pekan ke-33 sebanyak 1.874 kasus, berlanjut naik ke 2.127 kasus (pekan ke-34), 2.451 kasus (pekan ke-35), hingga puncaknya menyentuh 2.580 kasus pada pekan ke-36.
Kepala Dinkes Banjarmasin Yanuar Diansyah menuturkan, lonjakan mulai terasa signifikan sejak akhir Juli hingga Agustus 2026 akibat imbasan kabut asap daerah tetangga.
“Kalau kita lihat, kenaikan jumlah penderita ISPA di Banjarmasin terjadi sejak adanya Karhutla, yang mayoritas berasal dari wilayah tetangga. Seperti Kabupaten Banjar dan Banjarbaru,” ujarnya.
Meski angka kasus meningkat, dia meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan melalui langkah pencegahan secara mandiri.
Warga juga diimbau rutin memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, membatasi kegiatan fisik berat dan menutupi akses masuk asap ke dalam Rumah saat udara pekat. Sebab, langkah sederhana yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan.
“Warga kita imbau membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan serta menutup pintu dan jendela rumah ketika kabut asap dalam kondisi pekat,” ucapnya.
Selain imbauan proteksi luar, Dinkes juga mendorong penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, cukup air putih, serta istirahat teratur untuk menjaga imunitas tubuh.
Ia menegaskan, agar warga yang bergejala tidak menunda untuk datang ke fasilitas kesehatan. “Pemeriksaan medis segera sangat disarankan jika mengalami gejala, Seperti sesak napas, batuk yang semakin memburuk, nyeri dada, mata perih, maupun keluhan fisik lainnya yang tidak kunjung membaik,” tukasnya. (shn/smr)








