SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Banjarmasin yang dipantau melalui stasiun Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di kawasan Kayu Tangi menunjukkan angka meningkat signifikan 1504, pada Selasa (22/9/2026) pukul 08.00 WITA.
Angka tersebut menunjukkan kondisi udara di Banjarmasin berstatus Hitam. Mengingat, kabut asap semakin terasa dan dikhawatirkan oleh masyarakat Banjarmasin.
Warga Sungai Andai Nathan merasakan kabut asap semakin pekat dan menimbulkan sesak nafas sejak empat hari belakangan ini.
“Sudah 4 hari ini kabut asap semakin pekat, sampai sulit bernafas, apalagi saat malam dan pagi hari,” ungkapnya, Selasa (22/9/2026).
Keluhan serupa disampaikan Eka yang menyebut sejak dua hari ini kabut asap justru makin tebal, hingga menghalagi jarak pandang saat berkendara maupun beraktivitas.
“Sekarang harus ekstra hati-hati berkendara ditengah tebalnya kabut asap. Bahkan untuk berolahraga saja sangat sulit, karena tidak bisa menghirup udara sehat atau segar,” ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin Jefry Fransyah menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara terbaru, kondisi udara di Banjarmasin berada pada kategori berbahaya. Tingginya angka ISPU dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
“Melalui pantauan ISPU, kondosi udara di Banjarmasin terus memburuk. Ini tentu sangat membahayakan kesehatan warga,” tukasnya. (shn/smr)








