Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas
Home Ekonomi

Pamor Borneo 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan

Kamis, 13 Agu 2026 | 20:50 WITA
Gubernur Kalsel H Muhidin saat hadir di Pamor Borneo 2026. (foto : istimewa)

Gubernur Kalsel H Muhidin saat hadir di Pamor Borneo 2026. (foto : istimewa)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel berkolaborasi menyelenggarakan “Pamor Borneo 2026” pada 7 hingga 9 Agustus 2026 di Banjarmasin.

Kegiatan yang merupakan rangkaian perayaan Hari Jadi (Harjad) ke-76 Kalsel ini, berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan daya saing UMKM dan perluasan akses pembiayaan peningkatan investasi sektor riil serta perluasan akseptasi digital dan pengelolaan uang rupiah.

Pamor Borneo 2026 menjadi wujud nyata kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, investor, pelaku usaha, akademisi, UMKM, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sejalan dengan arah transformasi ekonomi Kalimantan menuju pertumbuhan ekonomi tinggi berkelanjutan.

Banyak Keluhan Listrik Padam Masuk, Ombudsman Kalsel Panggil PLN

Banyak Keluhan Listrik Padam Masuk, Ombudsman Kalsel Panggil PLN

Jumat, 31 Jul 2026 | 20:09
Luruskan Isu Dana Mengendap Pemko Banjarbaru, Bank Kalsel Tegaskan Terjadi Kekeliruan Teknis dalam Penginputan Data

Bank Kalsel Target Bayarkan Dividen Rp 61 Miliar di 2027 untuk Pemprov Kalsel

Kamis, 30 Jul 2026 | 15:08
Rumah Gubernur Kalsel Ikut Terkena Pemadaman Listrik, Muhidin Minta Warga Bersabar

Rumah Gubernur Kalsel Ikut Terkena Pemadaman Listrik, Muhidin Minta Warga Bersabar

Senin, 27 Jul 2026 | 15:52
Keluhan Penerima Bapang, Penerima Mampu Bisa Dicoret

Keluhan Penerima Bapang, Penerima Mampu Bisa Dicoret

Kamis, 23 Jul 2026 | 21:43

Pamor Borneo 2026 mengangkat tema “Unlocking Kalimantan’s Value-Added Growth Potential for Economic Prosperity.”

Tema ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi Kalimantan dengan harapan dapat mendorong potensi nilai tambah produk yang dihasilkan oleh daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, guna mewujudkan Kalimantan sebagai Superhub Ekonomi Nusantara yang maju dan berdaya saing global.

Rangkaian kegiatan Pamor Borneo 2026 terdiri atas dua bagian. Pertama, Investment Forum yang mencakup seminar dan business matching proyek investasi. Kedua, Trade and Financing Fair yang menghadirkan showcasing UMKM, financing corner dan beragam kegiatan edukasi literasi ekonomi-keuangan, termasuk penguatan literasi Ekonomi Syariah, Pembayaran Digital, Pelindungan Konsumen, serta Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.

Kepala Perwakilan BI Kalsel Haris Munandar menuturkan, Pamor Borneo 2026 merupakan program kolaborasi antara Kantor Perwakilan BI Kalsel dengan Pemprov Kalsel, sebagai wujud penegasan komitmen bersama dalam memajukan Kalsel dan wilayah Kalimantan sebagai daerah yang berdaya saing.

“Kami berharap Pamor Borneo 2026 dapat berkontribusi nyata dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan UMKM. Meningkatkan peluang investasi pada sektor riil, serta mendorong perluasan akseptasi digital di daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin menuturkan, Pamor Borneo yang telah terselenggara sejak 2020 ini merupakan langkah konkret untuk memperkenalkan potensi ekonomi Kalsel sekaligus mendorong sektor UMKM, investasi dan digitalisasi pembayaran di Kalsel.

Ia juta menyoroti, komitmen Pemerintah Pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang menjadi peluang besar bagi Kalimantan. Khususnya Kalsel untuk berperan sebagai gerbang logistik nasional.

“Kami mengharapkan agar semangat sinergi dan kolaborasi dapat terus terjalin untuk visi Kalsel makmur, sejahtera dan berkelanjutan,” katanya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman dalam keynote speech menyampaikan, dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, terdapat tantangan yang tidak mudah, sehingga diperlukan sinergi dan komitmen untuk membangun Kalimantan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, dibutuhkan sinergi yang disertai dengan niat yang mulia serta memastikan manfaat bagi masyarakat Indonesia secara luas.

“Kami mengapresiasi atas sinergi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk terus bersama-sama melakukan sinergi dan berbagai inisiatif bersama Bank Indonesia untuk mendukung pencapaian tujuan kita bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Aida menjelaskan, pada pilar pertama yaitu pilar perdagangan, BI bersama Pemerintah Daerah terus memperkuat UMKM unggulan Kalsel melalui pameran produk fesyen, kriya, dan kuliner yang disinergikan dengan business matching pembiayaan, mencakup edukasi, pendampingan, layanan SLIK bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga one-on-one meeting dengan Lembaga Jasa Keuangan.

Pada Pamor Borneo 2026 ini, telah diperoleh komitmen kerja sama perdagangan antara UMKM dengan Usaha Perhotelan di Kalsel senilai Rp100 juta dan potensi realisasi fasilitasi akses kredit/pembiayaan kepada UMKM mencapai lebih dari Rp6,2 miliar untuk mengembangkan skala usaha dan memperluas akses pasar.

Sejalan dengan pilar kedua Pamor Borneo 2026 yaitu pilar investasi, Investment Forum menawarkan 15 proyek investasi strategis, terdiri atas 7 proyek dari Kalsel dan 8 proyek dari provinsi lainnya di wilayah Kalimantan.

Lebih dari 20 calon investor hadir langsung dalam rangkaian kegiatan ini, dengan capaian 12 Letter of Interest untuk 7 proyek investasi dengan total senilai Rp62,69 triliun.

Unit Hubungan Investor Wilayah Intan Kalsel terus mengakselerasi realisasi investasi daerah melalui sekaligus mencari solusi debottlenecking hambatan investasi di Kalimantan.

“Pilar ketiga Pamor Borneo 2026 berfokus pada akseptasi digital sebagai akselerator transformasi ekonomi Kalimantan, baik tunai maupun non-tunai,” terangnya.

BI terus mendorong masyarakat untuk Cinta, Bangga dan Paham Rupiah sebagai fondasi ekosistem keuangan yang sehat, inklusif dan berdaulat.

“Dari sisi pembayaran non-tunai, BI menghadirkan inovasi QRIS Tanpa Pindai (Tap) yang memungkinkan transaksi lebih cepat hanya dengan menempelkan ponsel pada mesin pembayaran dan kini telah diimplementasikan pada layanan transportasi umum Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin serta sejumlah sentra dagang di Kalsel,” ucapnya.

BI bersama Pemerintah Daerah dan seluruh mitra strategis berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem perdagangan, investasi, sistem pembayaran serta literasi ekonomi dan keuangan di Kalimantan.

“Dengan sinergi yang semakin kuat, Pamor Borneo 2026 diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi Kalimantan dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi yang terdiversifikasi, inklusif, dan berkelanjutan, guna mewujudkan Kalimantan sebagai Superhub Ekonomi Nusantara yang berdaya saing global,” tukas Aida. (shn/smr)

Tags: BI KalselEkonomigubernur kalselKalselPamor Borneopemprov kalsel

Baca Juga

SMSI Kalsel Gandeng LUKW Universitas Prof DR Moestopo Beragama Gelar UKW

SMSI Kalsel Gandeng LUKW Universitas Prof DR Moestopo Beragama Gelar UKW

Kamis, 13 Agu 2026 | 22:12
Kadin Banjarmasin Genjot UMKM Naik Kelas

Kadin Banjarmasin Genjot UMKM Naik Kelas

Kamis, 13 Agu 2026 | 20:22
Jembatan Perintis Garuda di Basirih Selatan Diresmikan

Jembatan Perintis Garuda di Basirih Selatan Diresmikan

Kamis, 13 Agu 2026 | 20:17
Pemko Banjarmasin Perkuat Kemitraan dan Peluang Usaha Bagi Insan UMKM

Pemko Banjarmasin Perkuat Kemitraan dan Peluang Usaha Bagi Insan UMKM

Rabu, 12 Agu 2026 | 21:16
Next Post
SMSI Kalsel Gandeng LUKW Universitas Prof DR Moestopo Beragama Gelar UKW

SMSI Kalsel Gandeng LUKW Universitas Prof DR Moestopo Beragama Gelar UKW

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
  • Pemkab Gunung Mas

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist