SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai memberlakukan kembali tarif masuk ke kawasan Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh, Kecamatan Banjarmasin Utara, sejak per 1 Juni 2026.
Kebijakan tersebut diterapkan setelah masa uji coba yang sebelumnya memberikan akses gratis bagi masyarakat.
Pemberlakuan retribusi mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur retribusi kawasan wisata milik pemerintah daerah.
Tarif yang dikenakan masih menggunakan tarif lama yakni Rp3 ribu untuk anak-anak dan Rp5 ribu untuk pengunjung dewasa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin Yuliansyah Effendi menuturkan, retribusi masuk hanya diberlakukan pada akhir pekan.
“Dasarnya aturan yang memang sudah ada sebelumnya, baik Perwali maupun Perda terkait retribusi kawasan tersebut,” ujarnya.
Seluruh pendapatan dari tiket masuk akan disetorkan ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meski demikian, proses pembangunan dan pembenahan kawasan wisata tetap terus dilakukan. “Kunjungan masyarakat juga terus menunjukkan tren positif,” terangnya.
Ia menyampaikan, sesuai arahan Walikota Banjarmasin, pekerjaan fisik di dalam kawasan hanya diperbolehkan pada hari kerja, agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat akhir pekan.
Sementara, Sabtu dan Minggu tidak boleh ada pengerjaan fisik agar pengunjung bisa menikmati kawasan dengan aman dan nyaman.
“Jadi mari jaga bersama-sama kebersihan dan kenyamanan kawasan ini agar tetap menjadi destinasi edukasi dan rekreasi yang membanggakan,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh Jannah menuturkan, penerapan tarif masuk bertujuan meningkatkan PAD.
Ia berharap, bisa mencapai target PAD yang telah ditetapkan sekitar Rp60 juta per tahun.
“Selain tiket masuk, fasilitas parkir di kawasan Taman Edukasi dan Rekreasi Jahri Saleh juga telah menerapkan sistem berbayar yang dikelola pihak ketiga melalui kerja sama dengan pemerintah daerah,” bebernya.
Ke depan, kawasan wisata tersebut direncanakan akan dilengkapi sejumlah wahana baru guna meningkatkan daya tarik pengunjung.
“Jika pengembangan itu terealisasi, pengunjung kemungkinan akan dikenakan biaya tambahan untuk menikmati wahana tertentu,” tukasnya. (shn/smr)








