SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh jadi mulai magnet baru di Banjarmasin pada hari biasa hingga akhir pekan. Warga menyerbu area steril yang bisa dikunjungi, meski berdampingan dengan area pengerjaan.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk memastikan keselamatan pengunjung dan meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Yuliansya Effendi menuturkan, bakal mensosialisasikan ulang jadwal buka taman tersebut untuk umum. Pengunjung tidak diperkenankan lagi memasuki area taman pada hari Senin-Jumat. Pertimbangannya, pekerjaan konstruksi akan dimaksimalkan pada hari tersebut.
“Untuk hari tersebut kita akan larang, Karena ada pemasangan vaping, pengurukan, pengelasan dan pengerjaan lainnya,” ungkap Yuliansyah, Selasa (5/5/2026).
Langkah tersebut, diambil oleh mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan kenyamanan pekerja konstruksi di lapangan. “Jadi kita tidak ingin pekerja terganggu dan berbahaya terhadap pengunjung,” ucapnya.
Meski demikian, taman tersebut tetap akan dibuka pada Sabtu dan Minggu. Dan pihaknya memastikan, skala pengerjaan akan lebih aman dan tidak berbahaya bagi pengunjung di akhir pekan.
“Mungkin akan seperti itu sampai taman benar-benar dibuka sepenuhnya, meski ada perubahan, akan diberitahukan lagi,” jelasnya.
Ia menilai, proses rehabilitasi Taman Satwa dan Edukasi terbilang cepat bahkan kerap melampaui prediksi target pengerjaan.
Sebab itu, wajar jika pengerjaan yang baru selesai sekitar 24-27 persen ini sudah menarik minat masyarakat untuk destinasi wisata keluarga.
“Kita rasakan sendiri, masyarakat kekurangan destinasi keluarga di akhir pekan, karena sosialisasi lewat media sosial (medsos) terekspos mungkin penasaran melihat perkembangan di sini. Keadaan sekarang sudah lebih jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya,” ucapnya.
Meski pengerjaan dilakukan secara bertahap, namun di tahap awal ini pula animo masyarakat tampak sudah menunjukkan geliat yang tinggi.
Bukan hanya masyarakat, Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh juga menjadi target dari pedagang Usaha Mikro Kecil (UMK), seiring ramainya pengunjung.
Untuk itu, pihaknya berupaya semaksimal mungkinkan untuk mengatur penataan sementara bagi para pelaku UMK.
Di satu sisi, ruang ini juga memberikan kesempatan UMK untuk hidup, sambil menyiapkan rancangan penataan dan regulasi yang tetap sampai proses rehabilitasi selesai.
“Seiring perkembangan yang terlihat tentu akan terus dievaluasi, meminta masukan dari berbagai pihak termasuk pimpinan,” tukasnya. (shn/smr)









