SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui kolaborasi tiga organisasi perempuan, yakni Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin, menggelar kegiatan yang sarat makna dan inspirasi bagi kaum perempuan, yakni Hari Kartini, di Ballroom Rattan Inn, Rabu (23/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Wakil Walikota Banjarmasin sekaligus Ketua GOW Banjarmasin, Hj. Ananda, Ketua Gatriwara, beserta jajaran anggota organisasi wanita lainnya.
Wakil Walikota Banjarmasin sekaligus Ketua GOW Banjarmasin Hj Ananda menuturkan, di momen peringatan hari kartini ini perempuan di Kota Banjarmasin bisa menjadi penggerak utama lingkungan. “Karena isu kita lingkungan dan sampah. Jadi mohon dibantu dan dukungannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Banjarmasin Hj Neli Listriani menuturkan, peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar organisasi perempuan dalam mendorong perempuan, agar terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, di tahun ini kita merayakan Hari Kartini bersama tiga organisasi perempuan, yaitu TP PKK, GOW dan DWP Kota Banjarmasin. Ini menjadi bentuk sinergi bagi perempuan-perempuan di Kota Banjarmasin agar terus berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pihaknya juga mengundang perempuan-perempuan hebat yang dapat menginspirasi, sehingga mampu memberikan semangat bagi perempuan di Banjarmasin untuk terus maju dan berkembang.
Dalam kegiatan itu, turut dihadirkan berbagai sosok perempuan inspiratif, mulai dari tokoh perempuan sukses seperti Hj Sunarti (istri pemilik Amanah Group) hingga Saniah seniman senior yang sebelumnya dikenal sebagai penyanyi Japin. “Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan semangat dan motivasi bagi perempuan lainnya,” kata Neli.
Lebih lanjut, semangat yang diusung tetap sejalan dengan motto RA Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang dimaknai sebagai perjalanan menuju perubahan yang lebih baik.
“Pesan yang kita sampaikan tentu sejalan dengan motto Ibu Kartini, dari kegelapan menuju terang, dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Artinya, perempuan harus terus menjalankan emansipasi agar dapat berdaya, berkarya dan memberikan dampak bagi Kota Banjarmasin,” jelasnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan pegiat lingkungan, khususnya agen bank sampah yang telah lama berkontribusi dalam pengelolaan sampah. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perempuan untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, berbagai komunitas perempuan muda, guru serta anak-anak PAUD juga dilibatkan sebagai bagian dari generasi penerus. “Karena mereka merupakan generasi penerus kita di masa yang akan datang. Tentunya dari TP PKK telah menggarap kursi eco bridge yang nanti bakal ditempatkan Taman Edukasi Satwa. Nantinya dapat mengedukasi anak yang berkunjung bahwa sampah bisa diolah dan bernilai ekonomis,” tukasnya. (shn/smr)









