SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Anggota DPRD Banjarmasin Dapil Banjarmasin Tengah HM Faisal Hariyadi lebih banyak memilih pelaksanaan Penelaahan Aspirasi Masyarakat atau reses pada waktu malam hari.
Dari empat titik kegiatan Reses, setidaknya ada tiga lokasi yang dilaksanakan di malam hari setelah salah Isya, sekitar pukul 20.00 WITA.
HM Faisal Hariyadi mengatakan, pada reses perdana di 2026 ini, pihaknya mengundang seluruh perwakilan konstituen di Kecamatan Banjarmasin Tengah, untuk menyampaikan usulan ataupun aspirasi.
Ia menyatakan, sengaja lebih banyak memilih waktu Reses di malam hari, karena waktunya lebih panjang.
“Jadi tidak ada momentum khsusus, hanya saja pelaksanaan di malam hari, waktunya agak panjang,” sebut Sekretaris DPW PAN Kalsel ini usai Reses di kediamannya Jalan Pulau Laut, Banjarmasin Tengah, Jumat (3/4/2026) malam.
Menurutnya, selama pelaksanaan Reses yang dijadwalkan di empat titik berbeda, sedikitnya ada 800 konstituen yang akan dihadirkan.
Beri Antensi Khusus Kampung Ketupat Pada reses perdana ini, HM Faisal Hariyadi juga memberikan atensi khusus terkait keberadaan Kampung Ketupat, yang sempat dikeluhkan konstituennya.
“Sesegeranya dilakukan pembenahan, karena kondisi Kampung Ketupat hampir terbengkalai dan memprihatinkan. Paling tidak pagar yang ambruk dulu yang dibangun ulang,” ujarnya.
Dia pun mendukung, usulan dari konstituennya agar menjadikan Kampung Ketupat sebagai wadah atau tempat kreasi kesenian.
“Semoga Pemko Banjarmasin sesegeranya juga melakukan pengambilalihan dari pihak ketiga atau pengelola, mengingat kewajiban pihak ketiga banyak tidak terlaksana atau wanprestasi,” tuturnya.
Ia juga meminta, bantuan perlengkapan dan peralatan di Posyandu lebih ditingkatkan disertai dengan edukasinya, pelatihan dan sejenisnya terhadap kader Posyandu. “Sebab tak jarang kader Posyandu kebingungan menggunakan peralatan yang sudah diberikan. Ini juga yang menjadi keluhan saat Reses tadi,” ujarnya.
Selain itu, dia menyoroti, pendataan atau update data PBI BPJS Kesehatan Pemko Banjarmasin agar lebih selektif. “Jangan sampai warga yang layak menerima, malah tidak tercover PBI BPJS Kesehatan,” ingatnya.
Faisal juga berpesan, petugas pelayanan PBI BPJS Kesehatan Pemko Banjarmasin lebih santun dalam menghadapi warga yang mempertanyakan kepesertaan PBI BPJS Kesehatan. “Sebab ada warga tadi mengeluh, ketika meminta kejelasan, malah disarankan pindah ke BPJS Umum. Ini kan jadi tidak mengenakan,” ketusnya.
Ia meminta, warga tidak putus asa untuk menyampaikan usulan atau aspirasi. Sebab, setiap usulan yang disampaikan secara administrasi sudah terarsipkan. “Hanya saja belum terlaksana, karena faktor efisiensi dan skala prioritas anggaran,” tukasnya. (smr)









