SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Keberadaan aplikasi Banjarmasin Pintar milik Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Banjarmasin, dirasa masih belum maksimal dimanfaatkan oleh warga.
Oleh karena itu, layanan berbasis online yang berkaitan dengan pelayanan publik akan digenjot untuk lebih maksimal.
Kepala Diskominfotik Banjarmasin I Windiasti Kartika menuturkan, fokus utama pihaknya saat ini adalah memastikan inovasi digital tersebut tidak hanya sekadar ada, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Tantangan bagi kami di Diskominfotik adalah bagaimana caranya agar super app yang banyak memuat layanan publik itu, bisa digunakan oleh sebanyak mungkin masyarakat,” katanya.
Sebab, sesuai pesan Walikota, yang ingin ini membawa kebermanfaatan yang maksimal bagi warga.
Ia mengatakan, untuk mengatasi rendahnya penggunaan tersebut, Diskominfotik melibatkan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki layanan dengan trafik tinggi.
Salah satu strateginya adalah menggandeng layanan yang paling banyak diakses masyarakat, seperti layanan Parak Acil Online milik Disdukcapil Banjarmasin, untuk ikut mensosialisasikan Banjarmasin Pintar.
Windiasti menyebut, selain fokus pada aplikasi lokal, pihaknya juga memaparkan perubahan besar dalam penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di tingkat nasional.
Mulai 2026 dengan masa transisi sejak 2025, Kemenpan RB secara resmi mengubah indikator penilaian. Mulai dari perubahan nama, yang awalnya Indeks SPBE bertransformasi menjadi Indeks Pemerintahan Digital. Kemudian penyederhanaan indikator, dari sekitar 40 indikator, kini diringkas menjadi kurang lebih 20 indikator.
“Penilaian kini tidak lagi hanya berdasarkan laporan mandiri pemerintah daerah, melainkan lebih menitikberatkan pada respon dan penilaian langsung dari masyarakat sebagai pengguna layanan,” jelasnya.
Ia mengingatkan, perubahan sistem ini membawa konsekuensi pada perolehan nilai indeks daerah. Karena penilaian kini sangat bergantung pada masukan masyarakat yang beragam, Kemenpan RB telah mewanti-wanti potensi penurunan nilai di banyak daerah.
Besar kemungkinan nilai SPBE itu akan turun. Sudah diwanti-wanti oleh Kementerian karena adanya indikator baru ini.
“Jika semula kita bisa menilai sendiri secara mandiri, sekarang lebih banyak penilaian dari masyarakat. Kita tidak bisa memastikan semua nilai akan positif,” jelasnya.
Saat ini, Diskominfotik Banjarmasin tengah bersiap menghadapi penilaian mandiri yang biasanya dilakukan pada awal triwulan kedua sebelum dievaluasi oleh tim asesor akademisi dari Kemenpan RB. (shn/smr)









