SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berupaya membuka akses pendidikan keislaman bagi warganya melalui program beasiswa studi ke Timur Tengah.
Hingga awal 2025, total 59 pelajar asal Banjarmasin tercatat sedang menempuh pendidikan di Tarim Hadramaut, Yaman dan Kairo, Mesir secara gratis.
Program beasiswa ini pertama kali bergulir pada 2021. Hingga 2024 sebanyak 45 pelajar telah berangkat. Pada 2025, jumlah itu bertambah 14 orang, sehingga total penerima manfaat kini mencapai 59 orang.
Beasiswa ini terbuka bagi warga Banjarmasin yang dibuktikan dengan KTP atau Kartu Keluarga.
Peserta berasal dari beragam latar belakang pendidikan, mulai dari madrasah, pondok pesantren, hingga sekolah umum yang memiliki minat melanjutkan studi di bidang keislaman.
Meski lokasi belajar tidak berada di pusat konflik, Pemko Banjarmasin tetap mengimbau seluruh pelajar untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kawasan Timur Tengah masih berada dalam situasi yang sensitif.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Banjarmasin Juli Khair memastikan, kondisi seluruh pelajar hingga awal Maret 2026 dalam keadaan baik dan aman. “Alhamdulillah sampai saat ini kondisi mereka semua aman dan baik,” ucapnya.
Pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi aktif dengan para pelajar di luar negeri.
“Saya juga mengibau agar tidak bepergian jauh dari area tempat tinggal atau kampus selama situasi belum sepenuhnya kondusif,” pintanya.
Diharapkan pula, tetap berhati-hati dan tidak bepergian terlalu jauh dari tempat belajar.
Dia menegaskan, pentingnya koordinasi para pelajar dengan perwakilan pemerintah Indonesia di negara masing-masing. Komunikasi dengan kedutaan menjadi kunci jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
“Jangan sampai putus komunikasi dengan pihak Kedutaan Indonesia di sana. Ikuti arahan yang diberikan oleh perwakilan pemerintah Indonesia,” ingatnya.
Usai menyelesaikan studi, seluruh penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Banjarmasin untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan dakwah keagamaan di daerah. (shn/smr)









