SEPUTARAN.ID, MARABAHAN – Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) drg Ellyana Trisya Hasnuryadi menghadiri kegiatan Open Class 2026, di Global Islamic Boarding School (GIBS), Barito Kuala (Batola), Jum’at (1/9/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi Highly Functioning Education Consulting Services (HAFECS) dengan GIBS, yang mengusung tema “Transparansi Belajar, Inspirasi untuk semua”. Dan bertujuan memperkenalkan dan menyaksikan langsung proses pembelajaran di kelas, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan refleksi bersama, serta berbagi praktik baik dengan sesama pendidik.
drg Ellyana Trisya Hasnuryadi menyampaikan, kepercayaan diri para siswa saat proses pembelajaran adalah hal paling menonjol. “Setelah kita sama-sama saksikan bersama tadi, yang saya lihat paling menonjol dari proses pembelajaran ini adalah kepercayaan diri anak untuk mengemukakan pendapat, pertanyaan ataupun menyampaikan jawaban,” ucapnya.
Menurutnya, kemampuan siswa untuk menyampaikan pendapat ini adalah tanda bahwa anak merasa berada di lingkungan pembelajaran yang nyaman, tanpa takut salah atau dihakimi. “Keberanian anak untuk menyampaikan jawaban atau pendapat tanpa takut dijudge(hakimi) benar atau salah, ini adalah good sign ya, pertanda bagus, bahwa anak merasa nyaman,” lanjutnya.
Selain itu, dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, interaksi antara guru dan murid juga tampak lebih aktif. “Memang dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, diskusi dan interaksi antar guru dengan murid terasa lebih aktif,” ujarnya.
Direktur SMP-SMA GIBS Zulfikar Alimuddin, pada saat diskusi menyampaikan, HAFECS bersama GIBS selalu membuka kesempatan kepada semua pihak terutama di bidang pendidikan untuk menghadiri Open Class ini.
Open Class berisikan 14 orang siswa kelas 12 SMA GIBS yang sedang mempelajari Matematika, yang berlangsung selama kurang lebih 35 menit, disaksikan Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi bersama sejumlah pihak terkait dari bidang pendidikan.
Pelaksanaan Open Class ini menggunakan teknologi observasi modern, di mana para peserta melakukan observasi pembelajaran dari ruangan terpisah dengan memanfaatkan kaca satu arah, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara natural tanpa gangguan sementara peserta dapat mengamati dengan detail setiap aspek pembelajaran yang berlangsung.
HAFECS sendiri merupakan lembaga profesional yang bernaung di bawah Yayasan Hasnur Centre, dengan visi strategis mempercepat transformasi pendidikan Indonesia melalui pengembangan metodologi pengajaran yang
terstruktur, terukur, dan berorientasi pada peningkatan minat belajar siswa. (smr)









