Seputaran.id
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional
No Result
View All Result
Seputaran.id
No Result
View All Result
  • Umum
  • Kalsel
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Nasional
Home Kesehatan

Dinkes Banjarmasin Perketat Pengawasan Kasus Campak

Jumat, 13 Mar 2026 | 19:21 WITA
Layanan kesehatan Puskemas untuk warga Banjarmasin. (foto : shn/seputaran)

Layanan kesehatan Puskemas untuk warga Banjarmasin. (foto : shn/seputaran)

Bagikan Di FacebookBagikan Di TwitterBagikan Di Whatsapp

SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Di Indonesia saat ini sedang menghadapi lonjakan kasus campak yang cukup signifikan. Berdasarkan data minggu ke-7 tahun 2026, tercatat 8.224 kasus suspek campak di seluruh Indonesia.

Hingga minggu ke-8 tahun 2026, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 45 KLB campak tersebar di 11 provinsi. Bahkan pada awal 2026, laporan menyebutkan 20 anak meninggal di Sumenep dan beberapa balita di wilayah lain.

Seiring dengan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin telah memperketat pengawasan wabah campak dengan pemantauan kasus sejak awal 2026. “Meski belum ada temuan kasus campak hingga saat ini,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjarmasin, Emma Arisnawati.

Puskesmas Sungai Andai Menuju Rumah Sakit Tipe D

Puskesmas Sungai Andai Menuju Rumah Sakit Tipe D

Senin, 19 Jan 2026 | 20:44
Efisiensi Anggaran, 67 Ribu Warga Dihapus dari Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Efisiensi Anggaran, 67 Ribu Warga Dihapus dari Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Kamis, 15 Jan 2026 | 20:19
Pemko Banjarmasin Dorong Transformasi Pelayanan Posyandu

Pemko Banjarmasin Dorong Transformasi Pelayanan Posyandu

Senin, 12 Jan 2026 | 20:58
Dinkes Banjarmasin Turun Layani Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir

Dinkes Banjarmasin Turun Layani Kesehatan Bagi Warga Terdampak Banjir

Jumat, 9 Jan 2026 | 19:00

Berdasarkan data terakhir per tanggal 6 Maret 2026 lalu, ada 10 suspek campak yang terdiri dari 7 pria dan 3 wanita dengan rentang usia 0-10 tahun. Namun, hasil sampel yang diperiksa Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Banjarbaru menunjukan semuanya negatif.

“Jadi belum ada temuan kasus, tapi upaya mitigasi dengan mendorong strategi peningkatan cakupan imunisasi campak di Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) lainnya, untuk memberikan layananan imunisasi,” bebernya.

Walau begitu, ia tak memungkiri masih ada beberapa orang tua di Banjarmasin yang enggan anaknya di vaksin campak atau imunisasi lengkap dengan berbagai alasan. “Kendati demikian, Dinkes Banjarmasin terus melaksanakan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) di tengah masyarakat akan pentingnya imunisasi untuk mencegah wabah penyakit menular,” jelasnya.

Pendekatan kepada masyarakat terhadap ini akan melibatkan lintas sektor, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi agama, untuk mengkampanyekan pentingnya imunisasi. Dalam menindaklanjuti ini, Dinkes Juga akan segeranya mengeluarkan Surata Edaran (SE) tentang kewaspadaan wabah campak ini.

Lebih lanjut, penyakit campak dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, diare berat, radang otak (ensefalitis) dan Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), penyakit saraf fatal yang muncul bertahun-tahun setelah infeksi campak masa kanak-kanak.

Jika sudah terinfeksi campak ada indikasi menderita penyakit SSPE yang mana belum ada obat untuk menyembuhkan. “Maka dari itu, diharapkan masyarakat bisa paham bahaya nya campak, supaya anak nya mau di imunisasi,” tukasnya. (shn/smr)

Tags: CampakDinkes Banjarmasin

Baca Juga

Kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe Kini Mulai Sepi

Kawasan Bandarmasih Tempo Doeloe Kini Mulai Sepi

Minggu, 15 Mar 2026 | 19:10
Mudik Gratis Pemko Banjarmasin, Warga Merasa Diringankan

Mudik Gratis Pemko Banjarmasin, Warga Merasa Diringankan

Minggu, 15 Mar 2026 | 19:01
Banjarmasin Terima Program LSDP Senilai Rp 150 Miliar 

Banjarmasin Terima Program LSDP Senilai Rp 150 Miliar 

Jumat, 13 Mar 2026 | 19:10
SK Belum Rampung, Kafe Malam Jalan Hasanuddin HM Dikeluhkan

SK Belum Rampung, Kafe Malam Jalan Hasanuddin HM Dikeluhkan

Jumat, 13 Mar 2026 | 15:24
Next Post
Peringatan Nuzulul Quran, Pangdam dan Forkopimda Kalsel Pererat Sinergitas

Peringatan Nuzulul Quran, Pangdam dan Forkopimda Kalsel Pererat Sinergitas

  • Kontak Kami
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

PT. Seputaran Media Rezeki

No Result
View All Result
  • Umum
    • Pemerintahan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Politik
    • Religi
    • Seni Budaya
  • Kalsel
    • Banjarmasin
    • Daerah
  • Peristiwa
    • Kejadian
    • Kriminal
    • Hukum
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Advetorial
    • Kementerian ATR / BPN
    • Pemprov Kalsel
    • DPRD Kalsel
    • Bank Kalsel
    • Dispersip Kalsel
    • Pemko Banjarmasin
    • DPRD Banjarmasin
    • Pemkab Tapin
    • Pemkab Barito Selatan
  • Nasional

PT. Seputaran Media Rezeki

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist