SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin membagikan bibit lombok dan pupuk ke masyarkat.
Langkah itu sebagai upaya mengatasi salah satu penyumbang inflasi di Banjarmasin yang disebabkan kelangkaan atau kenaikan harga cabai atau lombok.
Kepala DKP3 Banjarmasin Yuliansyah Effendi karena lombok merupakan salah satu mempengaruhi inflasi di Banjarmasin, maka dari itu menjadi perhatian untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut.
“Salah satunya dengan membagikan bibit lombok dan pupuknya ke masyarakat. Diharapkan ketersediaan lombok ditingkat rumah tangga akan ada,” tuturnya.
Ia menyatakan, akan mencoba menindaklanjuti di setiap kelurahan, agar masyarakatnya bisa memelihara cabai.
“Pada tahun sebelumnya sudah ada pembagian lombok dan nantinya ada lagi,” jelasnya.
Dia menyatakan, kepada para penyuluh diminta untuk dibudidayakan lombok. Mengingat, pada Anggaran Perubahan 2025 atau Murni 2026, pihaknya tetap menganggarkan untuk lombok.
“Soalnya konsumsi lombok di Banjarmasin cukup tinggi,” bebernya.
Ditambah lagi, harga lombok itu sampai menembus Rp130 – Rp 150 ribu per kilo.
“Berarti minat masyarakat itu tinggi, sedangkan pasokan sendiri terbatas. Lombok yang datang ini dari pulau Jawa. Makanya paling tudak kebutuhan rumah tangga coba kita penuhi,” tukasnya. (shn/smr)