SEPUTARAN.ID, BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin berencana pembenahan dua fasilitas olahraga pada 2027 mendatang.
Dua fasilitas tersebut meliputi lapangan sepak bola di wilayah HKSN, Kecamatan Banjarmasin Utara dan lapangan minisoccer wilayah Gerilya, di Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Pembenahan dilakukan lantaran kondisi kedua lapangan saat ini dinilai kurang memadai untuk menunjang aktivitas olahraga masyarakat.
Disbudporapar melalui bidang olahraga berencana mengganti permukaan lapangan menggunakan rumput sintetis serta membangun pagar pembatas.
Kepala Disbudporapar Banjarmasin Ibnu Sabil menyampaikan, rencana perbaikan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas olahraga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.
“Untuk 2027, kami merencanakan pembenahan lapangan sepak bola di Kecamatan Banjarmasin Utara dan lapangan minisoccer di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Keduanya akan menggunakan rumput sintetis dan dilengkapi pagar,” ungkap Ibnu Sabil, Kamis (5/11/2026).
Lapangan sepak bola di Banjarmasin Utara, tepatnya di kawasan HKSN, saat ini sudah tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pembenahan secara menyeluruh.
Nanti lapangan itu akan menggunakan rumput sintetis dan dibuat berpagar, agar penggunaannya lebih tertata. Dengan begitu, tidak sembarang orang bisa melintas atau memasuki area lapangan ketika aktivitas olahraga berlangsung.
Hal serupa juga akan dilakukan terhadap lapangan minisoccer di Banjarmasin Selatan. Kondisi tanah dan rumput yang kurang mendukung membuat fasilitas tersebut perlu diperbaiki, agar kembali layak digunakan masyarakat.
Pihaknya mengupayakan kedua proyek tersebut dapat direalisasikan sekaligus pada 2027, mengingat adanya kebutuhan dan aspirasi masyarakat terhadap peningkatan fasilitas olahraga.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna, pembenahan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarmasin.
Baginya, fasilitas olahraga yang dikelola dengan baik memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan melalui sistem penyewaan lapangan. Keduanya merupakan fasilitas yang memiliki potensi sebagai sumber PAD.
“Harapannya, setelah diperbaiki, lapangan bisa dimanfaatkan masyarakat secara maksimal dan juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” harapnya.
Meski membutuhkan anggaran yang cukup besar, penggunaan rumput sintetis dinilai menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan fasilitas olahraga.
“Tahun ini perencanaan, mudah-mudahan realisasi tahun depan pembenahan dilakuan,” tukasnya. (shn/smr)








